Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Lingkungan di Pulau Jawa
Arzeti Fadhila Prabasari, Yuni Andari, S.E., M.Si.
2025 | Tugas Akhir | D4 PEMBANGUNAN EKONOMI KEWILAYAHAN
Kualitas lingkungan hidup merupakan aspek penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, terutama di Pulau Jawa yang memiliki aktivitas ekonomi dan kepadatan penduduk tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh PDRB per kapita, penanaman modal, jumlah industri besar dan sedang, kepadatan penduduk, serta anggaran lingkungan terhadap kualitas lingkungan hidup, kualitas air, udara, dan tutupan lahan pada tahun 2014–2023. Metode yang digunakan adalah regresi data panel dengan model fixed effect pada kualitas lingkungan hidup dan udara serta common effect pada kualitas air dan tutupan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PDRB per kapita berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas lingkungan hidup, udara, dan tutupan lahan, tetapi tidak signifikan terhadap kualitas air. Penanaman modal berpengaruh positif terhadap kualitas air, namun negatif terhadap kualitas lingkungan, udara, dan tutupan lahan. Industri besar dan sedang berpengaruh positif terhadap kualitas lingkungan hidup dan udara, tetapi negatif terhadap kualitas air dan tutupan lahan. Kepadatan penduduk berpengaruh negatif signifikan terhadap semua indikator kualitas lingkungan. Sementara itu, anggaran lingkungan berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas air, namun tidak signifikan terhadap kualitas lingkungan hidup, udara, dan tutupan lahan. Hasil penelitian ini menekankan perlunya kebijakan lingkungan yang mempertimbangkan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dengan pelestarian lingkungan.
Environmental quality is an important aspect in supporting sustainable development, especially in Java Island which has high economic activity and population density. This study aims to analyze the effect of GRDP per capita, capital investment, number of large and medium industries, population density, and environmental budget on environmental quality, water quality, air, and land cover in 2014–2023. The method used is panel data regression with a fixed effect model on environmental and air quality and common effect on water quality and land cover. The results of the study indicate that GRDP per capita has a significant positive effect on environmental quality, air, and land cover, but is not significant on water quality. Capital investment has a positive effect on water quality, but negative on environmental quality, air, and land cover. Large and medium industries have a positive effect on environmental and air quality, but negative on water quality and land cover. Population density has a significant negative effect on all environmental quality indicators. Meanwhile, the environmental budget has a significant positive effect on water quality, but is not significant on environmental quality, air, and land cover. The results of this study emphasize the need for environmental policies that consider the balance between economic growth and environmental preservation.
Kata Kunci : PDRB, Penanaman Modal, Industri, Kepadatan Penduduk, Lingkungan