Analisis Kepatuhan Wajib Pajak Beragama Katolik di Paroki Santo Petrus dan Paulus Klepu
Liliosa Kartika Aji, Dr. Arvie Johan, S.H., M.Hum
2025 | Skripsi | ILMU HUKUM
Penulisan hukum ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis mengenai pandangan dan pengalaman penyumbang maupun pengelola Gereja Katolik terkait kepatuhan wajib pajak dalam membayar Pajak Penghasilan (PPh). Selain itu, penelitian ini juga berfokus pada upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mendorong kepatuhan wajib pajak di masa mendatang.
Penelitian hukum ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif empiris, Adapun sifat penelitian dalam penulisan hukum ini adalah deskriptif dengan berusaha memberikan deskripsi mengenai pandangan dan pengalaman penyumbang maupun pengelola Gereja Katolik terkait kepatuhan wajib pajak dalam membayar Pajak Penghasilan (PPh). Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan wajib pajak dan pihak gereja. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode metode kualitatif.
Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa terdapat keberagaman dalam persepsi dan tantangan yang dihadapi umat Katolik dalam menjalankan kewajiban perpajakan, yang dipengaruhi oleh beban ekonomi, persepsi keadilan, serta pengaruh norma sosial di lingkungan sekitar. Baik penyumbang maupun pihak gereja belum mengetahui adanya insentif pajak atas sumbangan keagamaan maupun keberadaan BAKKAT sebagai lembaga resmi yang dapat dimanfaatkan untuk pengurangan pajak. Berdasarkan temuan tersebut, penulis merekomendasikan empat upaya yang dapat dilakukan pemerintah untuk mendorong kepatuhan wajib pajak, yaitu pengembangan sistem layanan digital yang terintegrasi, peningkatan edukasi masyarakat, serta pemanfaatan teknologi untuk pemeriksaan pajak berbasis risiko.
This legal writing aims to understand and analyze the views and experiences of contributors and managers of the Catholic Church regarding taxpayer compliance in paying Income Tax (PPh). In addition, this research also focuses on efforts that can be made to encourage taxpayer compliance in the future.
This legal research uses the type of normative-empirical legal research. The nature of the research in this legal writing is descriptive, aiming to provide a description of the views and experiences of contributors and managers of the Catholic Church regarding taxpayer compliance in paying Income Tax (PPh). This research uses primary data obtained through interviews with taxpayers and church officials. The data obtained then analyzed using qualitative methods.
The results of the research and discussion indicate that there is diversity in perceptions and challenges faced by Catholics in fulfilling their tax obligations, influenced by economic burdens, perceptions of justice, and the impact of social norms in their surroundings. Neither the donors and the church are yet aware of the tax incentives for religious donations or the existence of BAKKAT as an official institution that can be utilized for tax reduction. Based on these findings, the author recommends four efforts that the government can undertake to encourage taxpayer compliance, namely the development of an integrated digital service system, enhanced the public education, and the use of technology for risk-based tax audits.
Kata Kunci : Kepatuhan Wajib Pajak, Sumbangan Keagamaan, Insentif Pajak