The Effect of Treatment Using Raw and Jelly Propolis Stingless Bee (Tetragonula laeviceps) on Second Degree Burn Wound Healing in White Rats (Rattus norvegicus Berkenhout, 1769)
Cinta Loisa Putri Samad, Zuliyati Rohmah. S.Si., M.Si., Ph. D. Eng.
2025 | Skripsi | BIOLOGI
Luka bakar adalah kerusakan pada
kulit yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti api, air panas,
listrik, bahan kimia, dan radiasi. Produk perawatan yang digunakan harus
memiliki sifat antimikroba, tidak beracun, dan mendorong pembentukan kolagen.
Propolis sebagai produk lebah, dikenal
memiliki properti tersebut dan dapat membantu dalam penyembuhan luka bakar.
Lebah tanpa sengat, seperti Tetragonula
laeviceps menjadi fokus penelitian sebagai alternatif untuk perawatan luka
bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian raw propolis dan propolis jelly pada
luka bakar tingkat II pada tikus putih. Perbedaan kedua perlakuan memberikan
hasil yang berbeda terhadap durasi waktu sembuh induksi luka bakar pada tikus. Dua
belas ekor tikus dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan (raw, jelly,
bioplacenton, dan kontrol (-)). Setiap tikus diinduksi dengan 1 plot luka bakar
dan pengamatan selama 14 hari serta dosis 2x pengobatan topikal. Kontraksi luka,
evaluasi makroskopis dievaluasi pada hari ke-3, ke-7 dan ke-14. Pada hari
ke-14, tikus dikorbankan dan sampel diambil untuk pembuatan histologis. Histopatologi
diperiksa epitelisasi, granulasi, sel inflamasi, dan angiogenesis menggunakan
pewarnaan HE. Diameter kolagen diperiksa menggunakan pewarnaan MAF. Analisa
data dengan Kruskal-Wallis dengan Mann-Whitney dan One-way Anova dan uji
Duncan yang disajikan dalam bentuk diagram garis. Berdasarkan hasil, penelitian
ini menemukan bahwa raw dan jelly propolis dapat membantu
penyembuhan luka bakar derajat dua pada tikus putih. Raw propolis lebih
efektif dalam mempercepat penutupan luka, mengurangi peradangan, dan memperkuat
kolagen. Jelly propolis unggul dalam mendorong regenerasi jaringan,
meningkatkan elastisitas kulit, kelembaban, dan organisasi kolagen. Tes GCMS
juga menunjukkan properti propolis lainnya seperti retinol. Glycerin, dan Ethy
iso-allocholate. Penelitian ini berpotensi untuk diteliti lebih lanjut
dikarenakan potensinya untuk analisa di bidang patofisiologi dan studi
entomologi.
Burn injury is damage to the skin that can be
caused by various factors such as fire, hot water, electricity, chemicals, and
radiation. The treatment products used should have antimicrobial properties, be
non-toxic, and promote collagen formation. Propolis, which is a bee product, is
known to possess these properties and can aid in burn wound healing. Stingless
bees, such as Tetragonula laeviceps,
have become the focus of research as an alternative for burn care. This study
aims to determine the effects of raw propolis and propolis jelly application on
second-degree burns in white rats. The differences between the two treatments
yield different results in the duration of burn wound healing induction in
rats. Twelve individual rats were divided by 4 treatment groups (raw, jelly,
bioplacenton, and control (-)). Each rat was induced by 1 burn plot and 14 days
observations with 2x dose of topical treatment in bun site. Wound contraction,
macroscopic evaluation and skin analyzer EH 900U will be evaluated on day 3, 7
and 14. On day 14, each rat was sacrificed and sample was taken for
histological preparation. Histopathology examined epithelization, granulation,
inflammatory cells, and angiogenesis using HE stains. Collagen diameter examined
with MAF stains. Data was analyzed using the Kruskal-Wallis method with Mann-Whitney
and One-way ANNNOVA with Duncan test and presented in the form of line
diagrams. Based on the research, the study found that both raw and jelly
propolis from can aid the healing of second-degree burns in white rats. Raw
propolis is more effective in speeding up wound closure, reducing inflammation,
and strengthening collagen. Jelly propolis excels in promoting tissue
regeneration, improving skin elasticity, moisture, and collagen organizations. GCMS
Test results also shows propolis properties such as retinol, glycerin, and Ethy iso-allocholate. This
research is also very potential for further analysis on pathophysiological
field and entomology study.
Kata Kunci : second degree burn, propolis, Tetragonula laeviceps