Laporkan Masalah

Latihan keterampilan psikologis dalam belajar keterampilan gerak :: Penelitian eksperimen tentang pengaruh penetapan tujuan dan latihan Imajeri Mental terhadap hasil belajar keterampilan gerak bermain Bulutangkis pada anak usia 10-12 tahun

HIDAYAT, Yusuf, Dr. Yapsir Gandi Wirawan, MA

2004 | Tesis | S2 Psikologi

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penetapan tujuan dan latihan imajeri mental sebagai dua komponen dasar dari latihan keterampilan psikologis. Faktor pertama terdiri dari tujuan proses dan tujuan hasil sedangkan faktor kedua dibedakan menjadi klasifikasi ada dan tidak ada latihan imajeri mental. Pengaruh kedua faktor terhadap hasil belajar keterampilan gerak bermain bulutangkis diteliti dengan mengendalikan kemampuan gerak sebagai kovariabel. Sebanyak 50 subyek putri yang berasal dari diklat bulutangkis FPOK Bandung dibagi menjadi 4 kelompok eksperimen dan satu kelompok kontrol melalui penempatan secara random. Mereka adalah atlet putri pemula yang berusia antara 10- 12 tahun. Sebelum mendapat perlakuan, semua kelompok subyek melakukan tes kemampuan gerak. Selanjutnya, semua kelompok eksperimen diberi pembelajaran mengenai materi penetapan tujuan, latihan imajeri mental, dan keterampilan gerak bermain bulutangkis sesuai dengan kondisi setiap kelompok eksperimen. Eksperimen lapangan dilaksanakan selama 5 minggu. Diduga bahwa penetapan tujuan dinamik akan meningkatkan keterampilan gerak high service dan defensive clear lebih tinggi daripada tujuan proses.Diduga juga bahwa latihan imajeri mental akan meningkatkan keterampilan gerak high service dan defensive clear lebih tinggi daripada tanpa latihan imajeri mental. Hasil pengolahan data dengan anakova faktorial dua jalur menunjukkan bahwa penetapan tujuan dan latihan imajeri mental memberikan pengaruh signifikan, tetapi tidak ada interaksi diantara keduanya. Selanjutnya, hasil analisis perbandingan rerata sesuaian menunjukkan bahwa efektifitas latihan imajeri mental dipengaruhi oleh penetapan tujuan dan tidak sebaliknya. Hasil analisis tambahan membuktikan bahwa proses imajeri mental dari kelompok subyek yang mendapatkan latihan imajeri mental lebih tinggi secara sangat signifikan daripada kelompok yang tidak mendapatkan latihan imajeri mental dan secara keseluruhan semua kelompok eksperimen memiliki hasil belajar yang lebih tinggi secara signifikan daripada kemlompok kontrol. Jadi, berdasarkan hasil-hasil penelitian ini disarankan bahwa latihan keterampilan psikologis penetapan tujuan dan imajeri mental seyogyanya diinkorporasi kedalam program latihan yang sudah ada.

The purpose of this research was to examine the influence of goal setting and mental imagery training as two basic components of the psychological skill training on learning achievement of badminton motor skill. First factor was goal setting (ex. process and dynamic goal) and the second factor was mental imagery training (ex. present and absent). The effect of both factors toward badminton motor skills (high service and defensive clear) is studied by control motor ability as covariable. 50 women athletes from Bandung FPOK Badminton School were devided to 4 experimental groups and one control group by random assignment. They were beginning girl athelets at 10-12 years old. Before getting the treatment, all groups carried out motor ability test. Then, all experimental group were given following instructional about goal setting, mental imagery training, and badminton motor skill (e.i. high service and defensive clear) materials according to experimental condition each group. Field treatments were given for 5 weeks. It was hypothesized that dynamic goal would improve the development of high service and defensive skill more than process goal. It was also expected that mental imagery training would enhance high service and defensive clear skill more than without mental imagery training The result of data computation by two ways factorial ANCOVA showed that goal setting and mental imagery training given a significant main effect, but no interaction both of them. Furthermore, the result of means adjusted pair comparations analysis indicated that affectivity of mental imagery training influenced by goal setting but not vice versa. Additional analysis revealed that mental imagery process of the mental imagery training group significantly higher than without mental imagery training, and generally all experimental group have learning achievement significantly higher than control group. Hence, based on the result have these studies suggested that goal setting and mental imagery psychological skill training can effectively incorporated in regular training program.

Kata Kunci : Psikologi Pendidikan,Hasil Belajar,Keterampilan Psikologis, Psychological skill training, goal setting, mental imagery training, learning achievement, and badminton motor skill


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.