Laporkan Masalah

Hubungan Industrial dalam Bentuk Alienasi Kerja: Studi Kasus Pekerja Produksi PT ZYX di Kabupaten Kendal

Aqil Rafi Aljauzia, Pinurba Parama Pratiyudha, S.Sos., M.A.

2025 | Skripsi | ILMU SOSIATRI

Penelitian ini disusun dengan tujuan untuk memahami bagaimana hubungan industrial dalam suatu perusahaan manufaktur membentuk pengalaman kerja para pekerja produksi, khususnya dalam korelasi dengan fenomena alienasi kerja. Studi ini dilakukan di PT ZYX, sebuah perusahaan manufaktur baja ringan yang beroperasi di kawasan industri di Kabupaten Kendal. Menggunakan pendekatan studi kasus, data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumen. Penelitian ini menggunakan kerangka teoretis alienasi kerja dari Karl Marx sebagai analisis teoretik utama dan hegemoni dari Antonio Gramsci sebagai pendukung untuk memahami bagaimana mekanisme ideologi perusahaan dapat melanggengkan alienasi para pekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan industrial yang terjalin bersifat formalistik dan top-down, tidak melibatkan partisipasi kerja dalam perumusan kebijakan kerja.  Bentuk-bentuk alienasi yang ditemukan mencakup dari hasil produksi, proses produksi, diri sendiri, dan dari sesama pekerja. Di sisi lain, hegemoni nilai-nilai perusahaan, seperti kerja fleksibel dan "hati-hati" dalam bekerja, memperkuat kondisi alienasi tersebut dengan membungkusnya dalam narasi moral dan budaya kerja. Penelitian ini mencerminkan bahwa dalam dunia kerja kontemporer, alienasi tidak hanya muncul dari aspek ekonomi saja, tetapi juga dari reproduksi nilai-nilai simbolik yang dijalankan oleh institusi kerja. Studi ini memberikan kontribusi pada pengembangan kajian hubungan industrial, kesejahteraan pekerja, dan dapat menjadi rujukan bagi pengambil kebijakan dan pihak perusahaan dalam memformulasikan sistem kerja yang lebih inklusif dan adil.

This research was conducted to understand how industrial relations within a manufacturing company shape the work experiences of production workers, particularly in correlation with the phenomenon of labor alienation. The study was carried out at PT ZYX, a light steel manufacturing company operating in an industrial area in Kendal Regency. Using a case study approach, research data was obtained through in-depth interviews, participant observation, and document analysis. This research employs Karl Marx’s theoretical framework of labor alienation as the primary theoretical analysis and Antonio Gramsci’s concept of hegemony as a supporting lens to understand how corporate ideological mechanisms perpetuate worker alienation. The findings indicate that the established industrial relations are formalistic and top-down, lacking worker participation in the formulation of labor policies. The forms of alienation identified include alienation from the product of labor, the production process, oneself, and fellow workers. On the other hand, the hegemony of corporate values—such as flexible work and "prudence" (hati-hati) in work—reinforces these alienation conditions by wrapping them in narratives of morality and work culture. This study reflects that in the contemporary world of work, alienation arises not only from economic aspects but also from the reproduction of symbolic values enacted by work institutions. This research contributes to the development of studies on industrial relations and worker welfare, and can serve as a reference for policymakers and companies in formulating more inclusive and fair work systems.

Kata Kunci : Hubungan Industrial, Alienasi Kerja , Hegemoni, Industri Manufaktur

  1. S1-2025-477207-abstract.pdf  
  2. S1-2025-477207-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-477207-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-477207-title.pdf