Prevalensi dan Identifikasi Feline Lower Urinary Tract Disease di Klinik Hewan Ilmu Penyakit Dalam FKH UGM pada Bulan Mei-Oktober 2024
Prihati Pramudati, Dr. drh. Guntari Titik Mulyani, M.P.
2025 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN
Feline Lower Urinary Tract Disease (FLUTD) adalah istilah umum yang digunakan untuk
menggambarkan berbagai gangguan pada saluran kemih bagian bawah pada kucing,
yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan, stres, hingga kondisi yang mengancam
jiwa jika tidak ditangani dengan baik. Penyakit ini memiliki etiologi yang kompleks, termasuk Feline Idiopathic Cystitis (FIC),
urolitiasis, Urinary Tract Infection
(UTI), serta kelainan anatomis dan neurologis. Identifikasi yang tepat terhadap
penyebab FLUTD sangat penting untuk menentukan strategi terapi yang efektif dan
meningkatkan prognosis pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
prevalensi dan mengidentifikasi jenis FLUTD pada pasien kucing di Klinik Hewan
Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKH UGM selama periode Mei–Oktober 2024. Metode
yang digunakan adalah penelitian observasional dengan pendekatan retrospektif,
di mana data pasien FLUTD dikumpulkan melalui rekam medis terkait signalment serta gejala klinis seperti
hematuria, stranguria, periuria, dan disuria. Dari 2.024 pasien kucing,
sebanyak 72 kucing terdiagnosis FLUTD dengan prevalensi 3,56%. Jenis FLUTD yang
paling umum ditemukan adalah urolitiasis (61%), diikuti oleh sistitis (25%) dan
FIC (14%). FLUTD lebih banyak terjadi pada kucing jantan (67,93%) dibandingkan
betina (32,07%). Berdasarkan kelompok umur, kasus FLUTD paling sering ditemukan
pada kucing usia 1–3 tahun (57%), diikuti oleh kelompok 3–5 tahun (29%),
sedangkan kucing berusia lebih dari 5 tahun menyumbang 11?ri total kasus.
Kasus paling sedikit terjadi pada kucing berusia kurang dari 1 tahun (3%).
Berdasarkan ras, kucing domestik memiliki jumlah kasus tertinggi dengan 33
kasus (45,83%), diikuti oleh mixdom (44,44%) dan Persia (9,72%). Kesimpulan
dari penelitian ini menunjukkan bahwa urolitiasis merupakan penyebab utama
FLUTD, dengan kucing jantan lebih berisiko dibandingkan betina. Usia muda (1–3
tahun) menjadi kelompok yang paling banyak terkena FLUTD, dan kucing domestik
lebih sering terdiagnosis dibandingkan ras lainnya. Hasil penelitian ini dapat
menjadi referensi dalam diagnosis, pencegahan, dan penanganan FLUTD di klinik
hewan.
Feline
Lower Urinary Tract Disease (FLUTD) is a general term used to describe various
disorders affecting the lower urinary tract in cats. These conditions can cause
significant discomfort, stress, and even life-threatening complications if not
managed properly. FLUTD has a complex etiology, including Feline Idiopathic
Cystitis (FIC), urolithiasis, Urinary Tract Infections (UTI), as well as
anatomical and neurological abnormalities. Accurate identification of FLUTD
causes is essential for determining effective treatment strategies and
improving patient prognosis. This study aims to determine the prevalence and
identify the types of FLUTD in feline patients at the Veterinary Clinic,
Department of Internal Medicine, Faculty of Veterinary Medicine, Universitas
Gadjah Mada, during the period May–October 2024. A retrospective observational
approach was used, collecting patient data from medical records regarding
signalment and clinical symptoms such as hematuria, stranguria, periuria, and
dysuria. Out of 2,024 feline patients, 72 cats were diagnosed with FLUTD,
resulting in an overall prevalence of 3.56%. The most commonly identified type
of FLUTD was urolithiasis (61%), followed by cystitis (25%) and FIC (14%).
FLUTD was more frequently observed in male cats (67.93%) compared to females
(32.07%). Based on age distribution, FLUTD was most prevalent in cats aged 1–3
years (57%), followed by those aged 3–5 years (29%), while cats older than 5
years accounted for 11% of cases. The lowest incidence was found in cats under
1 year old (3%). Regarding breed distribution, domestic cats had the highest
number of cases (33 cases, 45.83%), followed by mixed-breed cats (44.44%) and
Persian cats (9.72%). The findings indicate that urolithiasis is the leading cause
of FLUTD, with male cats being more susceptible than females. Young adult cats
(1–3 years) were the most affected age group, and domestic cats were the most
commonly diagnosed breed. This study provides valuable insights for improving
FLUTD diagnosis, prevention, and treatment strategies in veterinary practice.
Kata Kunci : FLUTD, prevalensi, identifikasi, urolitiasis, FIC.