Peran Dukungan Sosial terhadap Pertumbuhan Pasca Trauma pada Perempuan dengan Pengalaman Intimate Partner Violence dengan Strategi Koping Adaptif sebagai Mediator
Sekar Arum Sabrina, Dr. Nida Ul Hasanat, M.Si., Psikolog
2025 | Tesis | S2 Magister Profesi Psikologi
Kekerasan dalam hubungan romantis (intimate partner violence/IPV) memiliki sejumlah dampak negatif pada berbagai aspek dalam kehidupan perempuan. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran keluarga, teman, dan significant others sehingga dapat menggunakan strategi koping adaptif untuk mendorong pertumbuhanca trauma (posttraumatic growth). Pertumbuhan ini dapat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, seperti dukungan sosial dan strategi koping. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran dukungan sosial terhadap pertumbuhan pasca trauma pada perempuan yang memiliki pengalaman IPV dengan menganalisis strategi koping sebagai mediator. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 230 perempuan berusia 18-40 tahun, pernah mengalami IPV dan telah melewati pengalaman tersebut selama minimal 2 bulan. Data dikumpulkan secara daring menggunakan skala Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), Strategi Koping Adaptif, dan Posttraumatic Growth. Hasil analisis mediasi sederhana menunjukkan bahwa dukungan sosial berperan terhadap pertumbuhan pasca trauma melalui mediasi strategi koping adaptif. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran keluarga, teman, dan significant others sehingga dapat menggunakan strategi koping adaptif untuk mendorong pertumbuhan pasca trauma.
Intimate partner violence has been linked to negative impacts on various aspects of women’s live. However, IPV survivors shows positive psychological changes a result of struggling with traumatic event, known as posttraumatic growth (PTG). This growth is influenced by many factors, including social support and coping strategies. The aim of this study was to examine the role of social support on posttwaumatic gwoth among women victims of intimate partner violence with adaptive coping strategis as mediator. Participants in this study were 230 female aged 18-40 years, who had experienced IPV, with the abusive relationship having ended for at least two months. The study was conducted online using Multidimensional Scale of Perceived Social Support Scale (MSPSS), Adaptive Coping Scale, and Posttraumatic Growth Scale. Using simple mediation analysis, the results showed that social support influences post-traumatic growth through the mediation of adaptive coping strategies. This study highlights the important role of family, friend, and significant others in supporting women to developing adaptive coping strategies that facilitate posttraumatic growth
Kata Kunci : dukungan sosial, pertumbuhan pasca trauma, strategi koping adaptif, kekerasan dalam hubungan romantis, intimate partner violence