Laporkan Masalah

REVISI ROTAN MARGA Calamus (ARECACEAE) DI JAWA BERDASARKAN ANALISIS MORFOLOGI DAN MOLEKULER

Themas Felayati, Prof. Dr. Ratna Susandarini, M.Sc.

2025 | Tesis | S2 Biologi

Revisi rotan marga Calamus penting dilakukan untuk melihat kebaruan informasi kekayaan jenis rotan marga Calamus di Jawa. Rotan marga Calamus mengalami perubahan taksonomi dengan perpindahan Calospatha, Ceratolobus, Daemonorops, Pogonotium dan Retispatha ke dalam marga Calamus.. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan morfologis dan molekuler. Data morfologi diperoleh dari pengamatan terhadap spesimen herbarium koleksi Herbarium Bogoriense BRIN. Bahan untuk analisis molekuler diambil dari dari Kebun Raya Cibodas dan Kebun Raya Bogor. Data morfologi dianalisis menghasilkan deskripsi jenis, kunci pengenalan dan pembahasan batasan jenis Calamus. Data molekuler untuk penyusunan kekerabatan filogenetik mengunakan penanda psbA yang berperan sebagai DNA barcode dan hasil kajiannya disajikan dalam bentuk pohon filogeni dengan metode Maximum Likelihood dan Neighbour Joining. Hasil analisis morfologi memperlihatkan bahwa batasan jenis dari Calamus ditentukan oleh tipe alat panjat, yaitu berupa sirus atau flagel. Hasil analisis molekuler menunjukkan kekerabatan lima jenis Calamus yang terdiri dari C. melanochaetes, C. rhomboideus, C. unifarius, C. heteroideus, C. reinwardtii, takson hasil BLAST yaitu C. metzianus dan C. travancoricus serta takson outgroup yaitu Salacca wallichiana. Kedua pohon filogeni tidak memperlihatkan pengelompokan antara jenis yang memiliki alat panjat sirus dan jenis yang memiliki alat panjat flagel. Analisis morfologi dan molekuler tersebut memberikan kesimpulan bahwa kekerabatan filogenetik berdasarkan penanda psbA tidak menghasilkan pengelompokan jenis Calamus yang sama dengan batasan jenis secara morfologis berdasarkan tipe alat pemanjat.

The revision of the rattan genus Calamus is important to update the latest information on species richness of the genus Calamus in Java. The genus Calamus has experienced taxonomic changes where there was a transfer of Calospatha, Ceratolobus, Daemonorops, Pogonotium, and Retispatha into this genus. This study was carried out using morphological and molecular approaches. Morphological data was obtained from observations of herbarium specimens deposited at  Herbarium Bogoriense – BRIN. Materials for molecular analysis was taken from Cibodas Botanic Garden and Bogor Botanic Garden. Morphological data is analyzed to produce a species description, identification key, and discussion of Calamus species limitations. Molecular data for constructing phylogenetic relationships based on psbA sequences as DNA barcode and the results are presented in the form of a phylogenetic tree using the Maximum Likelihood and Neighbour Joining methods. The results of the morphological analysis showed that species delimitation of Calamus is based on type of climbing organs in the form of a cirrus or flagellum. The results of molecular analysis showed the relationship between five species of Calamus consisting of C. melanochaetes, C. rhomboideus, C. unifarius, C. heteroideus, C. reinwardtii, as well as results of BLAST using C. metzianus and C. travancoricus and the outgroup taxon Salacca wallichiana. The two phylogenetics trees do not show a grouping of species based on their type of climbing organ in which the eccirate species and flagellate species were not separated. The morphological and molecular analysis in this study indicated that psbA marker did not produce a grouping pattern similar to results of moprhological analysis with the type of climbing organs become basis for species delimitation morphologically.

Kata Kunci : Calamus, delimitasi jenis, filogeni, herbarium, taksonomi

  1. S2-2025-509744-abstract.pdf  
  2. S2-2025-509744-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-509744-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-509744-title.pdf