Laporkan Masalah

Hubungan Interaksi Obat dengan Luaran Terapi Pasien Depresi Rawat Inap di Rumah Sakit Jiwa Soerojo Magelang Tahun 2022 – 2023

Sulastin Aditya Rahmi, Dr. apt. Woro Harjaningsih, Sp. FRS.

2025 | Skripsi | FARMASI

Depresi adalah gangguan mental jangka panjang yang ditandai dengan adanya perasaan kesedihan, kehilangan minat atau kesenangan. Pengobatan depresi dapat diberikan antidepresan dalam bentuk monoterapi maupun kombinasi. Pemberian obat dalam jumlah yang banyak dapat menimbulkan interaksi obat. Interaksi obat dapat menyebabkan penurunan efek terapi, peningkatan toksisitas, dan efek farmakologis lain yang tidak diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara interaksi obat dan luaran terapi pada pasien depresi berdasarkan kejadian dan tingkat keparahan interaksi obat.
Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif observasional dengan menggunakan metode cross-sectional pada pasien depresi yang menjalani terapi rawat inap di Rumah Sakit Jiwa Soerojo Magelang. Pengambilan sampel dengan cara accidental sampling dengan menggunakan rekam medis dilaksanakan pada bulan Februari – Maret 2025 secara retrospektif. Interaksi obat dilihat berdasarkan mekanisme dan keparahannya secara deskriptif, sedangkan luaran klinis pasien dilihat berdasarkan gejala sisa. Analisis univariat digunakan untuk melihat pola pengobatan. Analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square untuk melihat hubungan antara kejadian interaksi obat dan luaran terapi serta hubungan tingkat keparahan interaksi obat dengan luaran terapi.
Hasil yang didapatkan dengan subjek sejumlah 106 pasien bahwa pola pengobatan pada pasien depresi di Rumah Sakit Jiwa Soerojo Magelang paling banyak adalah fluoksetin tunggal yang dikombinasikan dengan antipsikotik, antikolinergik, dan benzodiazepin. Pada penelitian ini ditemukan sebanyak 427 kasus interaksi obat dengan interaksi obat paling banyak adalah fluoksetin dan diazepam sebanyak 44 kasus (10%). Sebanyak 74% pasien mempunyai luaran terapi yang baik dengan gejala sisa ? 2. Pada penelitian ini, terdapat hubungan antara kejadian interaksi obat dan luaran terapi dengan p-value = 0.000 serta tidak terdapat hubungan antara tingkat keparahan interaksi obat dan luaran terapi dengan p-value = 0.846.

Depression is a long-term mental disorder characterised by feelings of sadness, loss of interest or pleasure. Treatment of depression can be given antidepressants in the form of monotherapy or combination. Giving a large number of drugs can lead to drug interactions. Drug interactions can lead to decreased therapeutic effects, increased toxicity, and other unexpected pharmacological effects. This study aims to look at the relationship between drug interactions and therapeutic outcomes in patients with depression based on the incidence and severity of drug interactions.

This study is an observational quantitative study using cross-sectional method on depressed patients undergoing inpatient therapy at Soerojo Mental Hospital Magelang. Sampling by accidental sampling using medical records was carried out in February - March 2025 retrospectively. Drug interactions were analysed based on the mechanism and severity descriptively, while the clinical outcomes of patients were seen based on sequelae. Univariate analysis was used to look at treatment patterns. Bivariate analysis using the Chi-Square test to see the relationship between the incidence of drug interactions and therapeutic outcomes and the relationship between the severity of drug interactions with therapeutic outcomes.

The results obtained with the subject of 106 patients that the treatment pattern in depressed patients at Soerojo Mental Hospital Magelang is mostly single fluoxetine combined with antipsychotics, anticholinergics, and benzodiazepines. This study found 427 cases of drug interactions with the most drug interactions were fluoxetine and diazepam as many as 44 cases (10%). In this study, there was a relationship between the incidence of drug interactions and therapeutic outcomes with a p-value = 0.000 and there was no relationship between the severity of drug interactions and therapeutic outcomes with a p-value = 0.846.

Kata Kunci : interaksi obat, depresi, luaran terapi

  1. S1-2025-477573-abstract.pdf  
  2. S1-2025-477573-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-477573-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-477573-title.pdf