Laporkan Masalah

Prevalensi Anaplasmosis pada Sapi Potong di Kabupaten Bantul

Silvia Okta Nur Salsabella, drh. Heru Susetya, M.P., Ph.D.

2025 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN

Anaplasmosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh obligat bakteri Gram negatif dari genus Anaplasma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi anaplasmosis pada sapi potong berdasarkan pemeriksaan apus darah dan menganalisis faktor risiko yang memengaruhinya di Kabupaten Bantul. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli sampai November 2024 menggunakan metode random sampling. Estimasi prevalensi yang digunakan sebesar 11,76?ngan tingkat kepercayaan 95% sehingga diperoleh 167 sampel darah yang dikoleksi melalui vena jugularis pada 84 peternakan. Sampel darah diperiksa secara mikroskopis menggunakan pewarnaan Giemsa 10% untuk mendeteksi keberadaanAnaplasma sp. Data faktor risiko yang dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan peternak, dianalisis secara univariat dan bivariat dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil pemeriksaan apus darah menunjukkan 41 sampel (24,55%) di tingkat ternak positif terinfeksi Anaplasma sp. dan di tingkat peternakan terdapat 25 peternakan (29,76%) positif terinfeksi. Analisis bivariat menunjukkan tidak adanya hubungan signifikan pada semua variabel yang diuji terhadap kejadian anaplasmosis. Kesimpulan penelitian ini adalah prevalensi anaplasmosis pada tingkat ternak di Kabupaten Bantul sebesar 24,55?n tidak terdapat faktor risiko yang memiliki hubungan signifikan terhadap anaplasmosis.

Anaplasmosis is a disease caused by obligate Gram-negative bacteria from the genus Anaplasma. This study aims to determine the prevalence of anaplasmosis in beef cattle based on blood smear examination and to analyze the risk factors influencing it in Bantul Regency. This research was conducted from July to November 2024 with random sampling methods. The estimated prevalence used was 11.76% with a 95% confidence level, resulting in 167 blood samples collected through the jugular vein from 84 farms. Blood samples were examined microscopically using 10% Giemsa staining to detect the presence of Anaplasma sp. Risk factor data was collected through observation and interviews with farmers were analyzed univariately and bivariately using SPSS version 25 software. The results of blood smear showed 41 samples (24.55%) were positive for Anaplasma sp. infection at the individual level and 25 farms (29.76%) were positive for infection at the farm level. Bivariate analysis showed no significant relationship between all tested variables and the occurrence of anaplasmosis. The conclusion of this study is that the prevalence of anaplasmosis at the individual level is 24.55% in Bantul Regency and there are no risk factors that have a significant relationship with anaplasmosis.

Kata Kunci : Anaplasmosis, Bantul, Prevalensi, Sapi Potong

  1. S1-2025-477185-abstract.pdf  
  2. S1-2025-477185-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-477185-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-477185-title.pdf