Prevalensi dan Sebaran Umur Penyakit Zoonotik Skabies pada Pasien Anjing dan Kucing di Klinik Hewan Jogja Periode 2023-2024
Kezia Honey Mariana Sunarno, Prof. Dr. drh. Ida Tjahajati, M.P.
2025 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN
Tingginya tren memelihara hewan peliharaan perlu diimbangi dengan kewaspadaan terhadap penyakit zoonotik, salah satunya adalah skabies. Skabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh infestasi tungau Sarcoptes scabiei atau Notoedres cati. Di Indonesia, prevalensi skabies cukup tinggi, yaitu 34,6% pada kucing dan 3,2% pada anjing, dengan jumlah kasus yang bervariasi pada setiap kelompok umur. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan sebaran umur pasien anjing dan kucing penderita skabies di Klinik Hewan Jogja selama tahun 2023–2024. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif berdasarkan rekam medis pasien anjing dan kucing dari Klinik Hewan Jogja. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan mengelompokkan pasien berdasarkan penyakit serta menghitung prevalensi skabies dan sebaran umurnya. Prevalensi skabies pada anjing di Klinik Hewan Jogja meningkat dari 4,4% pada tahun 2023 menjadi 5,3% pada tahun 2024. Sementara pada kucing, prevalensi meningkat dari 4,6% pada tahun 2023 menjadi 6,1% pada tahun 2024. Pada tahun 2023, kasus skabies pada anjing paling banyak ditemukan pada anjing dewasa (37 kasus, 60,65%), diikuti anjing muda (22 kasus, 36,06%), dan anjing tua (2 kasus, 3,27%). Pada tahun 2024, pola kasus berubah dengan angka tertinggi pada anjing muda (89 kasus, 86,41%), diikuti anjing dewasa (14 kasus, 13,59%), dan pada anjing tua tidak ditemukan kasus. Pada tahun 2023, kasus tertinggi pada kucing terjadi pada kelompok kitten (162 kasus, 66,11%), diikuti young adult (73 kasus, 30,16%), mature adult (6 kasus, 2,47%), dan senior (1 kasus, 0,41%). Tahun 2024, kasus skabies masih didominasi oleh kitten (334 kasus, 91,26%), diikuti young adult (31 kasus, 8,47%), senior (1 kasus, 0,27%), dan pada mature adult tidak ditemukan kasus. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa skabies lebih banyak menyerang hewan berusia di bawah satu tahun. Peningkatan prevalensi penyakit ini pada anjing dan kucing perlu mendapat perhatian khusus mengingat potensi penularannya kepada manusia.
The increasing trend of keeping pets needs to be accompanied by vigilance toward zoonotic diseases, one of which is scabies. Scabies is a contagious skin disease caused by the infestation of Sarcoptes scabiei or Notoedres cati mites. In Indonesia, the prevalence of scabies is relatively high, reaching 34.6% in cats and 3.2% in dogs, with the number of cases varying across different age groups. Based on this, this study aims to determine the prevalence and age distribution of dog and cat patients affected by scabies at Klinik Hewan Jogja during the years 2023–2024. This research uses a descriptive method with a quantitative approach based on the medical records of dog and cat patients from Klinik Hewan Jogja. The collected data were analyzed by grouping patients based on their diseases and calculating the prevalence of scabies and its age distribution. The prevalence of scabies in dogs at Klinik Hewan Jogja increased from 4.4% in 2023 to 5.3% in 2024. Meanwhile, in cats, the prevalence increased from 4.6% in 2023 to 6.1% in 2024. In 2023, scabies cases in dogs were most found in adult dogs (37 cases, 60.65%), followed by young dogs (22 cases, 36.06%), and senior dogs (2 cases, 3.27%). In 2024, the pattern of cases changed, with the highest number found in young dogs (89 cases, 86.41%), followed by adult dogs (14 cases, 13.59%), and no cases were found in senior dogs. In 2023, the highest number of cases in cats occurred in the kitten group (162 cases, 66.11%), followed by young adults (73 cases, 30.16%), mature adults (6 cases, 2.47%), and seniors (1 case, 0.41%). In 2024, scabies cases were still dominated by kittens (334 cases, 91.26%), followed by young adults (31 cases, 8.47%), seniors (1 case, 0.27%), and no cases were found in mature adults. Thus, it can be concluded that scabies mostly affects animals under one year of age. The increasing prevalence of this disease in dogs and cats requires special attention considering its potential for transmission to humans.
Kata Kunci : skabies, umur, prevalensi, anjing, kucing