Skizofrenia merupakan gangguan jiwa dengan angka kejadian yang tinggi di dunia maupun di Indonesia, salah satunya di Jawa Tengah. Pengobatan yang umum untuk skizofrenia adalah penggunaan antipsikotik, salah satunya adalah clozapine. Penggunaan clozapine diketahui memiliki manfaat dalam pencegahan kekambuhan, tetapi pola pengobatan clozapine masih sangat beragam dalam terapinya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pola pengobatan clozapine dan profil kekambuhan pada pasien skizofrenia di Rumah Sakit Soerojo Magelang.
Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan pengambilan data secara retrospektif. Sampel diambil dengan metode accidental sampling dari data rekam medis pasien skizofrenia di Rumah Sakit Soerojo Magelang pada periode 1 Januari 2024 - 31 Desember 2024. Data yang sudah didapatkan dianalisis secara statistik deskriptif untuk melihat karakteristik pasien dan penyakit, pola pengobatan clozapine, dan profil kekambuhan pasien.
Penelitian ini melibatkan 97 pasien sebagai sampel. Pasien di rumah sakit ini didominasi oleh pasien dengan rentang usia 18-45 tahun (59,80%) dan berjenis kelamin laki-laki (69,07%). Dosis clozapine yang diresepkan di Rumah Sakit Soerojo Magelang adalah dalam rentang dosis sebesar 6,25-200 mg/hari dan dosis clozapine yang paling banyak digunakan sebesar 25 mg/hari, yaitu sebanyak 45 pasien (46,39%). Regimen clozapine yang diresepkan di Rumah Sakit Soerojo Magelang adalah regimen clozapine secara tunggal, kombinasi dengan antipsikotik tipikal, kombinasi dengan antipsikotik atipikal, dan kombinasi dengan dua antipsikotik serta regimen yang paling banyak digunakan adalah clozapine-risperidone sebanyak 59 pasien (60,82%). Pasien skizofrenia di rumah sakit ini didominasi oleh pasien yang belum pernah kambuh, sebanyak 69 pasien (71,13%).
Schizophrenia is a mental disorder with a high incidence in the world and in Indonesia, one of which is in Central Java. Common treatment for schizophrenia is the use of antipsychotics, one of which is clozapine. The use of clozapine is known to have benefits in preventing relapse, but clozapine treatment patterns are still very diverse in their therapy. The aim of this study was to determine the pattern of clozapine treatment and relapse profile in schizophrenia patients at Soerojo Hospital, Magelang.
This study is a cross-sectional study with retrospective data collection. Samples were taken using the Accidental Sampling method from medical record data of schizophrenia patients at Soerojo Hospital Magelang in the period January 1, 2024 - December 31, 2024. The data that has been obtained was analyzed using descriptive statistics to see the characteristics of patients and diseases, clozapine treatment patterns, and patient relapse profiles.
This study used 97 patients as samples. Patients in this hospital are dominated by patients with an age range of 18-45 years (59.80%) and male (69.07%). The dose of clozapine prescribed at Soerojo Hospital Magelang is in the dose range of 6.25-200 mg/day and the most widely used dose of clozapine is 25 mg/day, which is 45 patients (46.39%). The clozapine regimen prescribed at Soerojo Hospital Magelang is a single clozapine regimen, a combination with typical antipsychotics, a combination with atypical antipsychotics, and a combination with two antipsychotics and the most widely used regimen is clozapine-risperidone as many as 59 patients (60.82%). Schizophrenia patients in the hospital are mostly patients who have never relapsed, as many as 69 patients (71.13%)
Kata Kunci : clozapine, dosis, kekambuhan, regimen, skizofrenia