Kualitas Permukiman dan Karakteristik Sosial Ekonomi: Perbandingan Kawasan Kumuh dan Tidak Kumuh di Kelurahan Kricak, Tegalrejo, Yogyakarta
Amanda Putri Murjoko, Prof. Dr. Sri Rum Giyarsih, S.Si., M.Si.
2025 | Skripsi | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN
Kelurahan Kricak merupakan salah satu kelurahan di Kota Yogyakarta yang memiliki jumlah RT kumuh terbanyak berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Yogyakarta Nomor 158 Tahun 2021. Keberadaan kawasan kumuh yang berdampingan dengan wilayah tidak kumuh dalam satu kelurahan mencerminkan adanya ketimpangan kualitas permukiman yang penting untuk dikaji. Selain memiliki lokasi yang strategis dan berbatasan langsung dengan Sungai Winongo, karakteristik sosial ekonomi masyarakat di wilayah ini juga beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi dan mengetahui hubungan antara kualitas fisik permukiman dengan karakteristik sosial ekonomi penghuni, mengidentifikasi perbedaan kualitas permukiman antara wilayah kumuh dan tidak kumuh, serta menganalisis variabel-variabel yang memengaruhi kualitas permukiman di Kelurahan Kricak.
Penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner kepada penghuni permukiman di wilayah kumuh dan tidak kumuh. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode cluster sampling untuk mencari sampel RT pada wilayah tidak kumuh dan simple random sampling untuk menentukan responden penelitian. Pengolahan data menggunakan teknik skoring dan pembobotan. Analisis data penelitian ini menggunakan Uji korelasi rank spearman, Uji Mann Whitney U, dan Uji regresi logistik ordinal.
Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi fisik permukiman dan karakteristik sosial ekonomi di wilayah kumuh dan tidak kumuh memiliki perbedaan. Kedua variabel ini memiliki hubungan dengan korelasi sedang. Penelitian ini juga mengidentifikasi bahwa kualitas permukiman di wilayah kumuh dan tidak kumuh juga berbeda secara signifikan. Variabel sosial ekonomi yang memengaruhi kualitas permukiman di Kelurahan Kricak adalah pekerjaan kepala keluarga dan jumlah pendapatan rumah tangga.
Kricak Sub District is one of the urban villages in Yogyakarta City that has the highest number of slum neighborhoods based on Keputusan Wali Kota Yogyakarta Nomor 158 Tahun 2021. The existence of slum areas side by side with non-slum areas in one kelurahan reflects an imbalance in settlement quality that is important to study. Apart from having a strategic location and directly adjacent to the Winongo River, the socio-economic characteristics of the community in this area are also diverse. This study aims to identify the conditions and determine the relationship between the physical quality of settlements and the socioeconomic characteristics of residents, identify differences in settlement quality between slum and non-slum areas, and analyze the variables that affect settlement quality in Kelurahan Kricak.
This study used observation and interview methods with data collection using questionnaires to residents of settlements in slum and non-slum areas. The sampling technique was conducted using cluster sampling for RT sampling and simple random sampling method for sample the respondents. Data processing used scoring and weighting techniques. Data analysis of this study used Spearman rank correlation test, Mann Whitney U test, and ordinal logistic regression test.
The results show that the physical condition of settlements and socioeconomic characteristics in slum and non-slum areas have differences. These two variables have a relationship with a moderate correlation. The study also identified that the quality of settlements in slum and non-slum areas is also significantly different. Socioeconomic variables that influence settlement quality in Kricak Urban Village include the occupation of the head of household and total household income.
Kata Kunci : Kualitas Permukiman, Kelurahan Kricak, Permukiman Kumuh