Peran Rehabilitasi Kawasan Pesisir Petanahan, Kabupaten Kebumen dengan Casuarina spp. Terhadap Percepatan Perubahan Tutupan Lahan dan Perbaikan Lingkungan
Muhammad Naylun Naja, Dr. Dra. Ir. Winastuti Dwi Atmanto, M.P., IPU.; Prof. Ir. Widiyatno, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPM.
2025 | Skripsi | KEHUTANAN
Penanaman cemara udang (Casuarina equisetifolia) di pesisir Desa Karanggadung 2008 merupakan bagian dari upaya rehabilitasi kawasan pesisir. Kegiatana rehabilitasi dapat menyebabkan perubahan tutupan lahan suatu kawasan. Penelitian ini bertujuan unutk mengetahui perubahan tutupan lahan sebagai indikator keberhasilan rehabilitasi menggunakan teknologi penginderaan jauh citra satelit. sebaran tutupan lahan cemara udang dipetakan secara digital melalui interpretasi citra satelit Landsat 7ETM+ dan Landsat 8 OLI/TRIS (resolusi 30 m) serta Sentinel 2A (resolusi 10 m). Metode yang digunakan adalah survei non-terestrisl dengan interpretasi citra menggunakan supervised classification dan algoritma maximum likelihood classifiaction. Hasil klasifikasi kemudian dilakukan uji akurasi menggunakan metode Confusion Matrix. Tutupan lahan hutan cemara udang di Desa Karanggadung mengalami perubahan dengan peningkatan 3,22% (2008-2013), naik menjadi 7,07 % (2013-2018), namun menurun menjadi 4,61 % (2018-2023). Keberadan hutan cemara udang mampu mengubah rerata suhu menjadi 30,30 ± 1,0 oC, rerata kelembapan udara 72,10 ± 1,93%, rerata intensitas cahaya 8.512,56 lux ± 1.041,50 lux, dan menurunkan rerata kecepatan angin menjadi 1,40 ± 0,27 m/s atau berkurang 63,88 ± 13,76 %.
The planting of Casuarina equisetifolia on the coast of Karanggadung Village in 2008 was part of the coastal area rehabilitation efforts. Rehabilitation activities can cause changes in the land cover of an area. This study aims to determine land cover changes as an indicator of rehabilitation success using satellite imagery remote sensing technology. The distribution of shrimp fir land cover was digitally mapped through the interpretation of Landsat 7 ETM+ and Landsat 8 OLI/TIRS satellite imagery (30 m resolution) and Sentinel 2A (10 m resolution). The method used was a non-terrestrial survey with image interpretation using supervised classification and maximum likelihood classification algorithms. The results of the classification were then tested for accuracy using the Confusion Matrix method. The land cover of shrimp fir forests in Karanggadung Village has changed with an increase of 3.22% (2008-2013), increasing to 7.07% (2013-2018), but decreasing to 4.61% (2018-2023). The presence of shrimp fir forests is able to change the average temperature to 30.30 ± 1.0 oC, the average air humidity is 72.10 ± 1.93%, the average light intensity is 8,512.56 lux ± 1,041.50 lux, and the average wind speed is reduced to 1.40 ± 0.27 m/s or reduced by 63.88 ± 13.76%.
Kata Kunci : rehabilitasi, perubahan tutupan lahan, cemara udang, iklim mikro