Laporkan Masalah

Resolusi konflik pertanahan :: Studi kasus Strategi Ulama Bassra dalam mengelola konflik pertanahan pembangunan jembatan Suramadu di Masaran, Kecamatan Trageh, Bangkalan, Madura

SHOLEH, Nurun, Dr. J. Nasikun

2004 | Tesis | S2 Sosiologi

Studi ini membahas tentang Startegi Ulama Bassra dalam mengelola konflik pertanahan pembangunan jembatan Suramadu. Konflik pertanahan ini merupakan konflik vertikal antara pemerintah dengan masyarakat Masaran Bangkalan Madura. Sumber konfliknya adalah penolakan terhadap kebijakan pemerintah tentang Sistem ganti rugi tanah senilai Rp. 35.000/M2 yang dapat merugikan masyarakat. Ulama Bassra sebagai moral force yang berbasis masyarakat lemah telah melakukan strategi preventif untuk mengeleminir konflik pertanahan tersebut. Pertanyaan penelitian ini dirumuskan dua persoalan pokok yaitu I) Bagaimanakah peta konflik pertanahan dalam pembangunan jembatan Suramadu? 2) Bagaimana strategi ulama Bassra dalam resolusi konflik tersebut? Penelitian lapangan ini berbentuk studi kasus yang direkonstruksi dengan menggunakan corak penulisan deskriptis analistis. Pengumpulan, pengolahan dan analisis data dilakukan secara bertahap dengan purposive sampling. Teknik yang dipakai meliputi dokumentasi, studi pustaka, observasi dan wawancara mendalam. Proses dan mekanisme analisis dilakukan sejak pengumpulan data, dengan penyaringan data, penggolangan, penyimpulan dan uji ulang data yang terkumpul disaring dan disusun dalam kata gori dan kausalitasnya. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa strategi ulama Bassra dalam mengelola konflik tersebut meliputi dua tahap, yaitu tahap prakondisi; rekonsiliasi dilakukan untuk mencapai kompromi antara pemerintah dan masyarakat Masaran, dan tahap kondisi; konslidasi untuk mengeliminir konflik. Hasil resolusi tersebut berakhir dengan penolakan ganti rugi tanah dan dibangunnya jembatan Suramadu.

Kata Kunci : Konflik Pertanahan,Jembatan Suramadu,Strategi Ulama


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.