Laporkan Masalah

Interculturality in English Textbooks: A Multimodal Critical Analysis of Cultural Representations and Social Values

Kaamilah Tafrijiyah, Dr. Merry Andriani, S.S., M.L.C.S.

2025 | Tesis | S2 Linguistik

Tesis ini mengkaji praktik sosial dan budaya yang tergambar dalam tiga buku teks pembelajaran bahasa Inggris yang wajib digunakan di sekolah menengah atas di Indonesia. Buku teks pembelajaran bahasa Inggris tersebut dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia. Buku teks pembelajaran bahasa Inggris ini diharapkan bisa menjadi media untuk mentransfer ilmu pengetahuan, menyebarluaskan nilai-nilai sosial, praktik budaya, dan ideologi kekuasaan tertentu melalui berbagai moda yang diterapkan dalam kontennya. Salah satu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap bagaimana pemerintah Indonesia sebagai pembuat kebijakan mengintegrasikan nilai-nilai sosial dan budaya lokal dan global serta membangun pemahaman antarbudaya siswa melalui buku teks pembelajaran bahasa Inggris.

Penelitian ini menggunakan pendekatan Multimodal Critical Discourse Analysis (MCDA) yang didasarkan pada teori Kress & van Leeuwen (2006) tentang analisis wacana multimoda, dan merujuk Fairclough sebagai dasar paradigma kritis. Teori interkulturalisme Pretceille (2006) diintegrasikan untuk menganalisis bagaimana keragaman budaya direpresentasikan dan apakah pendekatan antarbudaya yang dinamis, yang menekankan interaksi, kontekstualitas, dan negosiasi makna, diabaikan dalam wacana pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah MCDA, yang memungkinkan analisis tidak hanya elemen verbal, tetapi juga elemen non-verbal, dan multimodalitas lainnya dalam buku teks yang diteliti. Melalui pendekatan ini, penelitian ini mengkaji bagaimana representasi sosial dan budaya terbentuk melalui kombinasi teks dan gambar. Sumber data tersebut terdiri dari tiga unit buku teks pembelajaran bahasa Inggris yang diterbitkan pada tahun 2022 oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia, berjudul “Bahasa Inggris Work in Progress” untuk kelas X, “Bahasa Inggris English for Change” untuk kelas XI, dan “Bahasa Inggris Life Today” untuk kelas XII.

Hasil penelitian mengungkap praktik sosial dan budaya yang dominan dan terabaikan yang tertanam dalam buku teks pembelajaran bahasa Inggris, serta bagaimana buku teks ini merepresentasikan paradigma interkulturalisme. Hasil penelitian ini mengungkap adanya ketimpangan representasi sosial dan budaya, dominasi nilai-nilai tertentu, dan tidak adanya pendekatan antarbudaya yang dinamis dalam buku teks pembelajaran bahasa Inggris. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah memberikan evaluasi tentang perlunya rekonstruksi buku teks pembelajaran bahasa Inggris yang menerapkan paradigma antarbudaya yang dinamis untuk membentuk kompetensi komunikasi antarbudaya kritis dan wawasan global pada siswa SMA Indonesia di era modern ini.

This thesis examines social and cultural practices portrayed in three English language learning textbooks that are compulsory for use in Indonesian high schools. The English language learning textbooks are developed by the Indonesian Ministry of Education, Culture, Research, and Technology. These English language learning textbooks are expected to be a medium for transferring knowledge, disseminating certain social values, cultural practices, and ideologies of power through various modes applied in its content. One of the objectives of this study is to unveil how the Indonesian government as the policy maker integrates local and global social and cultural values and builds students’ intercultural understanding ??through the English language learning textbooks.

This study uses the Multimodal Critical Discourse Analysis (MCDA) approach based on the theory of Kress & van Leeuwen (2006) on multimodal discourse analysis, and refers to Fairclough as the basis for the critical paradigm. Pretceille’s theory of interculturalism (2006) is integrated to analyze how cultural diversity is represented and whether a dynamic intercultural approach, which emphasizes interaction, contextuality, and negotiation of meaning, is neglected in educational discourse. The research method used is MCDA, which allows analysis not only of verbal elements, but also of non-verbal elements, and other multimodalities in the textbooks under investigation. Through this approach, the study examines how social and cultural representations are formed through combinations of texts and images. The data consists of three units of English language learning textbooks published in 2022 by the Indonesian Ministry of Education, Culture, Research, and Technology, entitled “Bahasa Inggris Work in Progress” for grade X, “Bahasa Inggris English for Change” for grade XI, and “Bahasa Inggris Life Today” for grade XII.

The results reveal the dominant and overlooked social and cultural practices embedded in the English language learning textbooks, as well as how these textbooks represent the interculturalism paradigm. The research findings reveal the inequality of social and cultural representations, the dominance of certain values, and the absence of a dynamic intercultural approach in the English language learning textbooks. The implication of the results of this study is to provide an evaluation of the need for reconstruction of English language learning textbooks that apply the dynamic interculturalism paradigm to form critical intercultural communication competencies and global insight in Indonesian high school students in this modern era.

Kata Kunci : Interculturality, Multimodal Critical Discourse Analysis (MCDA), English language learning textbooks, Indonesian high schools

  1. S2-2025-513786-abstract.pdf  
  2. S2-2025-513786-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-513786-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-513786-title.pdf