Laporkan Masalah

FRAMEWORK DEVELOPMENT FOR SEAMLESS INTEGRATION AND INTEROPERABILITY BETWEEN GOOGLE DRIVE AND ONEDRIVE IN A MULTICLOUD ENVIRONMENT

Abigail Zetho Kolondam, Dr. Mardhani Riasetiawan, SE Ak, M.T.

2025 | Skripsi | ELEKTRONIKA DAN INSTRUMENTASI

Adopsi layanan penyimpanan cloud seperti Google Drive dan OneDrive yang semakin luas dalam konteks personal maupun organisasi menimbulkan tantangan signifikan, yaitu kurangnya interoperabilitas antara kedua platform. Keterbatasan ini menyulitkan manajemen data yang efisien di lingkungan multicloud, di mana pengguna sering mengalami kesulitan akibat ketidakcocokan API, perbedaan struktur data, dan protokol akses yang tidak konsisten. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini memperkenalkan sebuah kerangka kerja manajemen file terpadu yang memungkinkan integrasi mulus antara Google Drive dan OneDrive, dengan menyediakan operasi file yang disederhanakan melalui satu antarmuka berbasis web.

Kerangka kerja ini dikembangkan menggunakan arsitektur modular yang dibangun berdasarkan prinsip sistem terdistribusi dan komputasi multi-cloud. Komponen utama mencakup pemetaan dan transformasi data, komunikasi API berbasis REST, autentikasi aman menggunakan OAuth 2.0, serta dashboard pemantauan aktivitas secara real-time. Aplikasi diimplementasikan menggunakan Python dan Node.js, dengan logika pengukuran waktu tertanam untuk menilai kinerja sistem. Prosedur pengujian dirancang berdasarkan evaluasi waktu respons, di mana enam fungsi inti—listing, preview, upload, download, rename, dan delete—dijalankan secara berulang pada kedua platform dalam kondisi yang seragam.

Hasil kuantitatif dari pengujian runtime menunjukkan bahwa Google Drive memiliki performa yang lebih konsisten, dengan waktu rata-rata operasi berkisar antara 2.231 hingga 2.605 milidetik, sedangkan OneDrive menunjukkan variabilitas yang lebih tinggi dengan rata-rata antara 2.304 hingga 2.938 milidetik. Temuan ini menunjukkan bahwa kerangka kerja yang diusulkan mampu berjalan secara andal di kedua layanan, dengan respons waktu nyata yang sesuai untuk penggunaan multicloud secara praktis. Hasil ini memvalidasi kelayakan sistem untuk diterapkan dalam skala besar dan mengonfirmasi potensinya dalam meningkatkan interoperabilitas, produktivitas, dan pengalaman pengguna dalam aplikasi berbasis cloud.


The rapid adoption of cloud storage platforms such as Google Drive and OneDrive in both personal and organizational contexts presents a significant challenge: the lack of interoperability between these platforms. This limitation complicates efficient data management in multicloud environments, where users often face difficulties due to incompatible APIs, differing data structures, and inconsistent access protocols. To address this, the research introduces a unified file management framework that enables seamless integration between Google Drive and OneDrive, offering streamlined file operations and improved usability through a single web-based interface.

The framework is developed using a modular architecture and built upon principles of distributed systems and multi-cloud computing. Key components include data mapping and transformation, RESTful API communication, secure OAuth 2.0-based authentication, and a real-time dashboard for activity monitoring. The application is implemented using Python and Node.js, with structured timing logic embedded to measure system performance. Testing procedures are designed around runtime-based evaluation, where six core functions—listing, previewing, uploading, downloading, renaming, and deleting—are executed repeatedly across both platforms under consistent conditions.

Quantitative results from runtime testing reveal that Google Drive exhibits slightly more consistent performance, with average operation times ranging from 2,231 to 2,605 milliseconds, while OneDrive shows higher variability, with averages ranging from 2,304 to 2,938 milliseconds. These findings demonstrate that the proposed framework performs reliably across both services, enabling real-time responsiveness suitable for practical multicloud use. The results validate the system’s feasibility for scalable deployment and confirm its potential to enhance interoperability, productivity, and user experience in cloud-based applications. 


Kata Kunci : Data, Cloud Computing, Interoperabilitas, Integrasi

  1. S1-2025-472828-abstract.pdf  
  2. S1-2025-472828-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-472828-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-472828-title.pdf