NILAI KECERNAAN SILASE RUMPUT GAMA UMAMI (Pennisetum purpureum cv. gama umami) DENGAN IMBANGAN KONSENTRAT YANG BERBEDA PADA DOMBA EKOR TIPIS
REYNALDI ALI DAI, Prof. Ir. Nafiatul Umami. S.Pt., MP., Ph.D., IPM., ASEAN Eng.
2025 | Skripsi | ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN
Produktivitas ternak dapat maksimal apabila kebutuhan nutrien untuk hidup pokok dan produksi dapat tercukupi. Ketersediaan nutrien bagi ternak dapat diketahui dengan cara mengukur tingkat konsumsi dan kecernaan pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui imbangan yang tepat penggunaan silase rumput gama umami dan konsentrat dalam pakan ternak domba ekor tipis. Penelitian menggunakan 20 ekor domba ekor tipis betina umur 8 sampai 10 bulan dengan bobot 15,03±1,09 kg. Perlakuan pada penelitian ini dibagi menjadi 2 kelompok yaitu pemberian pakan silase 60% + konsentrat 40% (P1) dan pemberian pakan silase 40% + Konsentrat 60%. Penelitian berfokus pada pengamatan konsumsi, kecernaan nutrien, dan nutrien tercerna menggunakan metode in vivo. Analisis sampel menggunakan metode analisis proksimat dan data yang diperoleh dilakukan analisis statistik menggunakan Independent sample T-test dengan bantuan Software Statistical Product and Service Solution (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P1 dan P2 menghasilkan konsumsi dan nutrien tercerna yang berbeda nyata (P<0>0,05) pada kecernaan bahan kering (BK), lemak kasar (LK), dan serat kasar (SK). Konsumsi protein kasar (PK), serat kasar (SK), dan lemak kasar (LK) pada domba ekor tipis yang diberikan perlakuan pemberian pakan P1 memiliki nilai yang lebih tinggi dari pada perlakuan pemberian pakan P2. Kecernaan Nutrien (BK,BO,SK, dan PK) pada DET yang diberi perlakuan P2 memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan DET yang diberi pakan perlakuan P1. Nutrien tercerna (LK, PK, dan SK) pada DET yang diberikan pakan perlakuan P1 memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan DET yang diberikan pakan perlakuan P2.
Livestock productivity can be maximized when the nutritional requirements for maintenance and production are adequately met. The availability of nutrients for livestock can be determined by measuring feed intake and digestibility. This study aimed to determine the optimal ratio of gama umami grass silage and concentrate in the diet of thin-tailed sheep. The study used 20 female thin-tailed sheep aged 8 to 10 months with a body weight of 15.03±1.09 kg. The treatments in this study were divided into two groups: provision of feed with 60% silage + 40% concentrate (P1) and 40% silage + 60% concentrate (P2). The research focused on observing feed intake, nutrient digestibility, and digestible nutrients using the in vivo method. Sample analysis employed the proximate analysis method, and the data obtained were statistically analyzed using an Independent Sample T-test with the assistance of the Statistical Product and Service Solution (SPSS) software. The results showed that treatments P1 and P2 produced significantly different (P<0>0.05) in the digestibility of dry matter (DM), crude fat (CF), and crude fiber (CFb). The intake of crude protein (CP), crude fiber (CFb), and crude fat (CF) in thin-tailed sheep given treatment P1 was higher than those given treatment P2. Nutrient digestibility (DM, OM, CFb, and CP) in thin-tailed sheep given treatment P2 was higher than those given treatment P1. Digestible nutrients (CF, CP, and CFb) in thin-tailed sheep given treatment P1 were higher than those given treatment P2.
Kata Kunci : Domba ekor tipis, Kecernaan Nutrien, Konsentrat, Konsumsi Nutrien, Silase