PERAKARAN Acacia auriculiformis PROVENANS QUEENSLAND DARI MATERI PERBANYAKAN STEK PUCUK DAN BIJI DI LAHAN KARST GUNUNGKIDUL
Raihan Pramdini Budiharsi, Mochamat Gunawan Wibisono, S.Hut., M.Hum., M.Sc. ; Ir. Adriana, M.P.
2025 | Skripsi | KEHUTANAN
Informasi mengenai sistem perakaran Acacia auriculiformis dari provenans Queensland yang diperoleh dari hasil perbanyakan stek pucuk dan biji masih terbatas khususnya yang ditumbuhkan di lahan karst. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh materi perbanyakan bibit yang berasal dari stek pucuk dan biji terhadap pertumbuhan dan berat akar A. auriculiformis dari provenans Queensland umur 2,5 tahun di lahan karst Gunungkidul.
Penelitian dilakukan di Jarak Cino, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Rancangan eksperimen yang digunakan adalah Randomized Complete Block Design (RCBD) dengan satu perlakuan yaitu perbanyakan materi bibit (stek pucuk dan biji). Setiap plot dari materi perbanyakan terdapat 15 tanaman yang tersusun dalam rectangle plot. Terdapat 5 blok sebagai ulangan. Pada sampel akar yang diamati meliputi panjang dan jumlah akar tunggang, panjang dan jumlah akar cabang dan anak cabang, berat basah dan berat kering angin akar.
Berdasarkan hasil analisis
varians tidak terdapat perbedaan yang nyata pada semua parameter yang diamati
sampai umur 2,5 tahun. Namun demikian, perakaran tanaman
A. auriculiformis dari materi perbanyakan biji memiliki
sistem perakaran yang relatif lebih
baik dibandingkan dengan yang stek pucuk.
Hal ini diduga karena pada tanaman yang berasal dari biji memiliki akar
tunggang yang lebih panjang, sehingga
tanaman berpotensi
mengakses air dan nutrisi di lapisan tanah
yang lebih dalam.
Information on the rooting system of Acacia auriculiformis trees from
Queensland provenans derived from propagation through shoot
cuttings and seeds is still limited, especially when growing on karst land. The
study aimed to determine the effect of plant materials propagated from shoot cuttings
and seeds on root growth and
weight of a 2.5 year-old A.
auriculiformis from Queensland provenance
in the karst land of Gunungkidul.
The research was conducted
in Jarak Cino, Karangasem Village, Paliyan District, Gunungkidul Regency,
Special Region of Yogyakarta. The experiment design was a randomized complete block design with a
treatment factor, namely propagation material
(shoot cutting and seed). Each
plot of propagation material contains 15 plants arranged in a rectangle plot. There were 5 blocks as replications. The parameter measured were the length and number of taproots, root branches,
and root
sub-branches, and the fresh
and air-dry weight of roots.
The analysis of variance showed that no significant differences were
observed in all parameters. The rootings of trees derived from seed propagation tend to have better growth than
those of shoot cuttings. It
is likely that the taproots derived from the seed
propagation
have longer sizes, so that allows them
to penetrate the deeper soil layer to have better access to water and nutrients.
Kata Kunci : Acacia auriculiformis, perbanyakan bibit, stek pucuk, perakaran