Laporkan Masalah

Pengaruh Pemberian Maxiban dan Salinomycin dalam Pakan terhadap Performa dan Skor Lesi Intestinum Ayam Broiler yang Diinfeksi Eimeria sp.

Dyah Vetina Setyowati, Dr. drh. Dwi Priyowidodo, M.P.

2025 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN

Koksidiosis merupakan salah satu penyakit yang menyerang ayam dan menimbulkan kerugian besar. Penyakit ini disebabkan oleh parasit Eimeria sp. Meningkatnya kasus koksidiosis pada sektor peternakan unggas terutama ayam mendorong berbagai penelitian terkait pengobatan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pemberian Maxibanâ dan Salinomycinâ terhadap performa dan skor lesi intestinum ayam broiler yang diinfeksi Eimeria sp. Penelitian menggunakan 60 ekor ayam broiler strain Cobb yang dibagi dalam tiga kelompok, masing-masing berisi 20 ekor. Kelompok K, M, dan S diinfeksi Eimeria sp. secara peroral menggunakan vaksin koksidia dengan formulasi dosis 1,25 ml (sepuluh kali dosis vaksin). Kelompok K menjadi kontrol negatif yang tidak mendapatkan pemberian antikoksidia. Kelompok M sebagai kontrol yang diberi antikoksidia Maxibanâ sebanyak 500 gram/ton pakan. Kelompok S diberi antikoksidia Salinomycinâ sebanyak 12?ri pakan. Penimbangan pakan dilakukan setiap hari dan penimbangan berat badan ayam dilakukan setiap minggu. Data yang diambil meliputi data konsumsi harian pakan dan berat badan mingguan untuk menghitung feed conversion ratio (FCR). Data skor lesi intestinum diambil dengan melakukan nekropsi sebanyak sepuluh ekor secara acak pada hari ke-21 pemeliharaan. Berdasarkan data rata-rata FCR mingguan, Salinomycinâ memiliki nilai terendah di minggu kelima. Analisis data FCR menggunakan SPSS dengan metode One-Way ANOVA menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan FCR yang signifikan antara ketiga kelompok perlakuan. Analisis data skor lesi intestinum menggunakan SPSS dengan metode Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara ketiga kelompok perlakuan. Disimpulkan bahwa pemberian Maxibanâ dan Salinomycinâ memberi pengaruh terhadap feed conversion ratio (FCR), akan tetapi tidak ada perbedaan yang signifikan antar perlakuan, sedangkan pada skor lesi intestinum tidak terdapat perbedaan yang signifikan antar perlakuan.

Coccidiosis is a disease that affects chickens and causes significant economic losses. This disease is caused by the Eimeria sp. parasite. The increasing incidence of coccidiosis in the poultry industry, particularly in chickens, has driven various studies on effective treatments. This study aims to evaluate the effects of Maxibanâ and Salinomycinâ administration on the performance and intestine lesion scores of broiler chickens infected with Eimeria sp. The study used 60 Cobb strain broiler chickens, divided into three groups of 20 chickens each. Groups K, M, and S were orally infected with Eimeria sp. using a coccidia vaccine formulated at a dose of 1,25 ml (ten times of the vaccine dose). Group K served as the negative control and did not receive any anticoccidial treatment. Group M was the control group that received Maxibanâ at a dose of 500 g/ton of feed. Group S was given Salinomycinâ at a concentration of 12% of the feed. Feed intake was measured daily, while body weight was recorded weekly. The collected data included daily feed consumption and weekly body weight to calculate the feed conversion ratio (FCR). Intestine lesion score data were obtained through necropsies of ten randomly selected chickens on day 21 of rearing period. Based on weekly average FCR data, Salinomycinâ had the lowest FCR in the fifth week. FCR data analysis using SPSS with the One-Way ANOVA method showed no significant difference in FCR among the three treatment groups. Intestine lesion score data analysis using SPSS with the Kruskal-Wallis method indicated no significant difference among the three treatment groups. In conclusion, Maxibanâ dan Salinomycinâ had an effect on the FCR, but there was no significant difference among them including control group, while there was also no significant difference in intestine lesion score.

Kata Kunci : Antikoksidia, feed conversion ratio (FCR), Maxiban, skor lesi, Salinomycin

  1. S1-2025-477672-abstract.pdf  
  2. S1-2025-477672-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-477672-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-477672-title.pdf