Laporkan Masalah

EVALUASI ERGONOMIFISIKPADA PEKERJAAN DI LINI PRODUKSI PACKINGANDVANNINGDIVISIONPT. TMMIN DENGAN METODETOYOTA MANUFACTURING RULE(TMR) DANOCCUPATIONAL REPETITIVE ACTION (OCRA)INDEX

Mohamad Zia'ul Hidayat, Ir. Rini Dharmastiti, M.Sc. Ph.D., IPM. ASEAN. Eng

2010 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRI

Lebih dari 60% aktivitas di Packing and Vanning Divission (PVD) PT. TMMIN merupakan aktivitas manual material handling. Hal ini menimbulkan keluhan dari pihak operator sebagai pelaksana kerja. Keluhan ini kemudian ditindaklanjuti pihak manajemen dengan melakukan evaluasi ergonomi dengan metode Toyota Manufacturing Rule (TMR). Untuk memberikan hasil yang lebih obyektif, maka hasil penilaian metode ini akan dibandingkan dengan metode Occupational Repetitive Action (OCRA) yang diakui secara internasional. Hal ini sekaligus untuk mengetahui metode mana yang memberikan sensitivitas yang lebih tinggi pada jenis aktivitas di Lini Produksi PVD. Lima aktivitas operator di 5 pos berbeda dijadikan obyek evaluasi. Kelima pos tersebut adalah Pos Boxing, Pos Picking, Pos Quality Gate, Pos Stacking, dan Pos Finishing. Evaluasi mencakup perhitungan berbagai faktor resiko kerja ergonomi seperti faktor postur, beban, frekuensi gerakan, durasi kerja, penggunaan alat, dan berbagai faktor lain yang menjadi komponen penilaian dari masing-masing metode. Dasar dari evaluasi ini adalah video aktivitas kerja operator yang langsung diambil di Lini Produksi PVD. Sebelumnya, dilakukan terlebih dahulu wawancara acak tentang keluhan penyakit kerja yang dirasakan operator di sana. Dihitung pula rerata jenis case dan rerata komponen tiap casenya untuk mendapatkan data perhitungan beban akumulatif yang lebih akurat. Perhitungan dengan kedua metode tersebut menyimpulkan bahwa Pos Boxing memiliki resiko kerja ergonomi fisik terbesar dibanding pos-pos yang lain. Berbagai rekomendasi teknis dan administratif diusulkan untuk menurunkan nilai resiko di pos-pos dengan resiko ergonomi tinggi. Beberapa rekomendasi yang diusulkan adalah dengan perubahan kemasan 1 komponen tiap box untuk part cover cluth (31210-0K190), penambahan seorang pekerja di Pos Boxing, perubahan kebijakan durasi dan distribusi jam istirahat, serta rotasi tugas dari partner kerja dalam 1 pos. Berbagai rekomendasi tersebut terbukti mampu menurunkan nilai resiko kerja pada tingkat aman. Penelitian ini juga berkesimpulan bahwa meskipun secara kualitatif hasil yang didapat dengan metode OCRA dianggap lebih sensitif, Uji Tanda Wilcoxon menyatakan bahwa tidak ada perbedaan sensitivitas yang signifikan terhadap hasil yang didapat dengan kedua metode tersebut.

Kata Kunci : manual material handling, TMR, OCRA

  1. S1-FTK-2010-Mohamad_Ziaul_Hidayat-abstract.pdf  
  2. S1-FTK-2010-Mohamad_Ziaul_Hidayat-bibligraphy.pdf  
  3. S1-FTK-2010-Mohamad_Ziaul_Hidayat-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FTK-2010-Mohamad_Ziaul_Hidayat-title.pdf