Laporkan Masalah

Pengaruh Pemberian Antelmintik Terhadap Perubahan Jumlah Eosinofil Pada Domba dan Tingkat Infestasi Endoparasit Di Kelurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Azrin Farhan Bin Rizalman, drh. Dwi Sunu Datrianto, M.Sc

2025 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN

Infestasi cacing gastrointestinal pada domba merupakan permasalahan kesehatan yang umum dan berdampak negatif terhadap produktivitas ternak. Salah satu indikator imunologis terhadap infeksi parasit adalah peningkatan jumlah eosinofil dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian anthelmintik terhadap perubahan jumlah eosinofil pada domba yang terinfeksi parasit cacing. Penelitian ini menggunakan sampel darah 7 ekor domba ekor tipis yang diambil dari vena jugularis di Kelurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil Egg Per Gram (EPG) menunjukkan ketujuh domba tersebut mengalami infestasi cacing. Anthelmintik diberikan, kemudian jumlah eosinofil dihitung dan dibandingkan dengan data sebelum dan setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan sebahagian besar domba mengalami peningkatan jumlah eosinofil pasca pemberian anthelmintik. Temuan ini mengindikasikan adanya respons imun lanjutan terhadap lisis parasit atau infeksi ulang. Hasil ini memberikan wawasan mengenai dinamika respons imun pasca perlakuan dan pentingnya pemantauan lanjutan dalam pengendalian infestasi cacing.

Gastrointestinal worm infestation in sheep is a common health issue that negatively affects livestock productivity. One immunological indicator of parasitic infection is an increase in the number of eosinophils in the blood. This study aims to evaluate the effect of anthelmintic administration on changes in eosinophil count in sheep infected with parasitic worms. The study used blood samples from seven thin-tailed sheep, collected from the jugular vein in Sriharjo Village, Imogiri Sub-district, Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta. Egg Per Gram (EPG) results showed that all seven sheep were infested with worms. Anthelmintic treatment was administered, and eosinophil counts were measured and compared before and after treatment. The results showed that most of the sheep experienced an increase in eosinophil count after anthelmintic administration. This finding indicates an ongoing immune response due to parasite lysis or reinfection. These results provide insights into the dynamics of immune response following treatment and highlight the importance of continued monitoring in controlling worm infestations.

Kata Kunci : anthelmintik, domba, eosinofil, parasit cacing, respons imun lanjutan

  1. S1-2025-483272-abstract.pdf  
  2. S1-2025-483272-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-483272-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-483272-title.pdf