PENGEMBANGAN APLIKASI BERBASIS GOOGLE EARTH ENGINE UNTUK PEMETAAN KEPADATAN LAHAN TERBANGUN MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 9 (STUDI KASUS: KAWASAN PERKOTAAN YOGYAKARTA)
SHERLINA ARTANTI, Dr. Like Indrawati S.Si, M.Sc.
2025 | Tugas Akhir | D4 SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
Selama dua dekade
terakhir, Kawasan Perkotaan Yogyakarta (KPY) mengalami pertumbuhan urbanisasi
yang pesat, didorong oleh sektor pendidikan, pariwisata, dan pengembangan
infrastruktur. Berdasarkan data BPS DIY 2024, kepadatan penduduk di Kota
Yogyakarta mencapai 11.562,43 jiwa/km², dengan laju pertumbuhan penduduk di
Sleman dan Bantul masing-masing sebesar 3,20?n 2,75%. Proses urbanisasi ini
menyebabkan konversi lahan non-terbangun menjadi area terbangun, yang berakibat
pada berkurangnya ruang terbuka hijau dan meningkatnya tekanan lingkungan. Oleh
karena itu, pemantauan kepadatan lahan terbangun menjadi sangat penting untuk
mendukung perencanaan tata ruang yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan
untuk: (1) mengembangkan aplikasi pemetaan kepadatan lahan terbangun berbasis
Google Earth Engine menggunakan citra Landsat 9, (2) menguji tingkat usabilitas
aplikasi, dan (3) mengevaluasi akurasi hasil klasifikasi.
Pemetaan kepadatan
lahan terbangun dilakukan dengan menggabungkan indeks NDBI dan NBR2 menggunakan
logika ambang batas, yaitu NDBI ? ?0.1 dan NBR2 ? 0.2, untuk mengidentifikasi
area terbangun. Selanjutnya, algoritma focal mean diterapkan pada hasil
deteksi tersebut untuk menghitung nilai kepadatan. Data utama yang digunakan
adalah citra komposit median Landsat 9 Surface Reflectance pada musim
kemarau. Algoritma klasifikasi tersebut kemudian diintegrasikan ke dalam
aplikasi berbasis Google Earth Engine, yang dilengkapi dengan fitur interaktif
seperti pemilihan tahun, penggambaran ROI, klasifikasi kepadatan lahan,
perhitungan luas per kategori, visualisasi diagram batang, dan ekspor data
hasil.
Aplikasi Urban Density
Mapping telah dipublikasikan secara daring berupa Earth Engine Apps.
Hasil pemetaan pada tahun 2024 di KPY menunjukkan akurasi klasifikasi yang
baik, dengan overall accuracy sebesar 94,60?n Kappa Coefficient
0,89. Validasi regresi linier menunjukkan hubungan yang kuat, dengan nilai R²
sebesar 0,9375 dan persamaan regresi Y = 0,0046 + 1,0053X. Selain itu, tingkat
usabilitas aplikasi mencapai 87,52%, yang menunjukkan bahwa aplikasi ini dapat mudah
digunakan dengan baik untuk tujuan riset, kebijakan, ataupun edukasi.
Over the
past two decades, the Yogyakarta Urban Area (KPY) has experienced rapid
urbanization driven by the education sector, tourism, and infrastructure
development. According to BPS DIY 2024 data, the population density in
Yogyakarta City reaches 11,562.43 people/km², with a population growth rate of
3.20% in Sleman and 2.75% in Bantul. This urbanization process has led to the
conversion of non-built land into built-up areas, resulting in a reduction in
green open spaces and increased environmental pressures. Therefore, monitoring
built-up land density is crucial to support sustainable spatial planning. This
study aims to: (1) develop a built-up land density mapping application based on
Google Earth Engine using Landsat 9 imagery, (2) test the usability of the
application, and (3) evaluate the accuracy of the classification results.
Built-up
density mapping was conducted by combining the NDBI and NBR2 indices using a
threshold-based logic, with NDBI ? ?0.1 and NBR2 ? 0.2, to identify built-up
areas. A focal mean algorithm was then applied to calculate density values. The
primary dataset used was the median composite of Landsat 9 Surface Reflectance
during the dry season. The classification algorithm was then integrated into a
Google Earth Engine-based application, which includes interactive features such
as year selection, ROI drawing, land density classification, area calculation
per category, bar chart visualization, and data export.
Urban
Density Mapping application has been published online as an Earth Engine App.
The mapping results for 2024 in the Urban Area of Yogyakarta (KPY) demonstrate
good classification accuracy, with an overall accuracy of 94.60% and a Kappa
Coefficient of 0.89. Linear regression validation shows a strong relationship,
with an R² value of 0.9375 and a regression equation of Y = 0.0046 + 1.0053X.
In addition, the application’s usability score reached 87.52%, indicating that
it is easy to use effectively for research, policy-making, or educational
purposes.
Kata Kunci : GEE, Kepadatan Lahan Terbangun, NDBI, NBR2, Landsat 9, Yogyakarta