Studi Eksperimental Pengaruh Struktur Porous Metal Foam dan Kecepatan Udara pada Forced Air Convection System
Thoriq Al Aufar Amri, Ir. Indro Pranoto, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM., ASEAN Eng.
2025 | Skripsi | TEKNIK MESIN
Manajemen termal pada perangkat elektronik berdaya tinggi menjadi krusial untuk menjaga keandalan dan memperpanjang umur komponen, di mana temperatur merupakan penyebab utama kegagalan elektronik. Konveksi udara paksa menggunakan porous metal foam menawarkan solusi pendinginan yang efektif karena kemampuannya meningkatkan luas permukaan perpindahan kalor. Penelitian mengenai porous metal foam dengan kombinasi Pores Per Inch (PPI) dan porositas rendah masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi eksperimental guna mengkarakterisasi kinerja sistem metode pendinginan, efisiensi sistem, dan fenomena aliran pada porous metal foam dengan variasi kecepatan udara dan daya heater.
Metode yang digunakan adalah pengujian konveksi udara paksa pada kanal horizontal terhadap dua jenis spesimen aluminium porous metal foam, yaitu PM4 (4 PPI; 40% porositas) dan PM5 (5 PPI; 30% porositas). Pengujian dilakukan dengan variasi kecepatan udara Vm sebesar 1; 1,5; 2; dan 2,5 m/s serta variasi laju kalor dari 35 W hingga 70 W. Parameter yang diukur dan diamati meliputi koefisien perpindahan kalor (h), penurunan tekanan (?P), daya kipas, dan visualisasi aliran.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesimen PM5 secara konsisten memiliki kinerja perpindahan kalor absolut yang lebih unggul, dengan nilai h ?conv maksimum mencapai 81,29 W/m²·K pada kecepatan 2,5 m/s, dibandingkan PM4 yang mencapai 50,54 W/m²·K pada 1 m/s. Sebaliknya, PM5 juga menghasilkan ?P tertinggi sebesar 5,99 Pa, sedangkan PM4 hanya 0,87 Pa. Analisis rasio kinerja sistem (h/?P) menunjukkan bahwa rasio peningkatan tertinggi diperoleh oleh PM4 pada perbandingan kecepatan 1,5 m/s terhadap 1 m/s, yaitu sebesar 0,524. Visualisasi aliran menunjukkan adanya bypass flow pada kecepatan rendah dan penetrasi aliran yang lebih dalam pada kecepatan tinggi. Jadi, konfigurasi PM5 lebih baik dalam kapabilitas perpindahan kalor, namun PM4 lebih unggul dari segi penurunan tekanan.
Kata Kunci : Konveksi paksa udara, Porous metal foams, Perpindahan kalor, Pressure drop, Manajemen termal