Laporkan Masalah

Pola Peresepan dan Potensi Interaksi Obat pada Pasien Depresi di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Akademik UGM Yogyakarta

Angela Novelia Sunaryo, Dr. apt. Fita Rahmawati, Sp. FRS

2025 | Skripsi | FARMASI

Depresi merupakan gangguan mood yang ditandai suasana hati sedih, kosong, atau mudah marah, disertai perubahan somatik dan kognitif yang memengaruhi kemampuan individu secara signifikan. Terapi farmakologi depresi dapat berupa antidepresan tunggal atau kombinasi antidepresan dengan mood stabilizer atau antipsikotik generasi kedua. Namun, penggunaan kombinasi berpotensi menimbulkan interaksi obat yang dapat memengaruhi efektivitas dan keamanan terapi. Efektivitas terapi dapat diukur berdasarkan luaran terapi yang diperoleh dari laporan kondisi pasien dalam rekam medis. Luaran terapi dalam penelitian ini dikategorikan sebagai membaik-stabil, tidak membaik, atau memburuk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola peresepan, kesesuaian penggunaan obat pada peresepan dengan pedoman klinis, potensi interaksi obat, dan luaran terapi pasien depresi di Instalasi Rawat Jalan RSA UGM.

 Penelitian ini menggunakan desain observasional cross-sectional dengan data rekam medis pasien periode 1 Januari–31 Desember 2024. Data dikumpulkan secara retrospektif dan dianalisis secara deskriptif. Teknik sampling yang digunakan adalah stratified sampling dengan kriteria inklusi tertentu.

Dari 100 pasien, mayoritas berjenis kelamin perempuan (76%) dan berada pada kelompok usia 18–59 tahun (94%). Diagnosis terbanyak adalah depresi berat tanpa gejala psikotik (F32.2) (43%). Pola peresepan sebagian besar meliputi  terapi kombinasi, yaitu sebanyak 84% pasien. Fluoksetin merupakan terapi tunggal terbanyak (9%), sedangkan kombinasi fluoksetin, aripiprazol, lorazepam, dan triheksifenidil menjadi terapi kombinasi terbanyak (11%). Berdasarkan kesesuaian penggunaan obat, sebanyak 100% pasien memenuhi kesesuaian indikasi dan kesesuaian pasien, 98% pasien memenuhi kesesuaian obat, dan 79% pasien memenuhi  kesesuaian dosis. Interaksi obat terbanyak berada pada tingkat moderate (78,30%). Luaran terapi menunjukkan 41% pasien membaik-stabil, 35% tidak membaik, dan 24% memburuk. Secara keseluruhan, terapi farmakologis di RSA UGM sudah cukup baik, tetapi masih diperlukan optimalisasi dosis dan pengelolaan interaksi obat untuk meningkatkan luaran terapi.

Depression is a mood disorder characterized by feelings of sadness, emptiness, or irritability, accompanied by somatic and cognitive changes that significantly impair an individual’s ability to function. Pharmacological treatment for depression may involve antidepressant monotherapy or combination therapy of antidepressant with mood stabilizers or second-generation antipsychotics. However, combination therapy carries the risk of drug interactions that may affect the efficacy and safety of treatment. The effectiveness of therapy can be assessed based on therapeutic outcomes obtained from patient condition reports in the medical records. In this study, therapeutic outcomes are classified as improved/stable, not improved, or worsened. This study aimed to analyze prescribing patterns, the appropriateness of drug use in prescriptions according to clinical guidelines, potential drug interactions, and therapeutic outcomes in depression patients at the Outpatient Clinic of UGM Academic Hospital. 

This observational cross-sectional study used retrospective data from medical records of patients treated from January 1 to December 31, 2024, analyzed descriptively using stratified sampling based on specific inclusion criteria. 

Among 100 patients, the majority were female (76%) and aged 18–59 years (94%). The most common diagnosis was severe depressive episode without psychotic symptoms (F32.2) (43%). The majority of the prescribing patterns involved combination therapy (84%). Fluoxetine was the most frequently prescribed monotherapy (9%), while the most common combination therapy included fluoxetine, aripiprazole, lorazepam, and trihexyphenidyl (11%). Appropriateness of therapy showed 100% for indication and patient, 98% for drug choice, and 79% for dosage. Most identified drug interactions were of moderate severity (78.30%). Therapeutic outcomes showed 41% of patients improved or remained stable, 35% showed no improvement, and 24% experienced worsening symptoms. Overall, pharmacological treatment for depression at UGM Academic Hospital was relatively appropriate, though dose optimization and better management of drug interactions are needed to improve therapeutic outcomes


 


Kata Kunci : Depresi, Instalasi Rawat Jalan, Luaran Terapi, Pola Peresepan, Potensi Interaksi Obat.

  1. S1-2025-478348-abstract.pdf  
  2. S1-2025-478348-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-478348-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-478348-title.pdf