Laporkan Masalah

Tipologi Fasad Bangunan Sekolah Kolonial di Kawasan Cagar Budaya Kotabaru

Maria Regina Christie, Dr. Fahmi Prihantoro, S.S, M.A.

2025 | Skripsi | ARKEOLOGI

Kawasan Cagar Budaya Kotabaru merupakan kawasan yang masih menyimpan banyak bangunan kolonial salah satunya bangunan sekolah. Keberadaan sekolah menjadi titik awal perkembangan pendidikan di Indonesia pada masa itu. Dengan desain arsitektur bangunan sekolah yang memadukan antara budaya Barat dan Timur, tentunya memiliki ciri-ciri spesifik sebagai hasil perpaduan dari arsitektur modern di Belanda dengan arsitektur modern yang berkembang di Indonesia. Desain dari arsitektur sekolah kolonial di Indonesia mengikuti dengan kondisi iklim setempat. Perkembangan bangunan sekolah kolonial tersebut dapat dilihat dari wajah bangunan atau yang biasa disebut dengan fasad. Fasad memberikan ciri khas pada suatu bangunan yang memiliki kaitannya dengan fungsi dan gaya arsitektur. Maka dari itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bentuk fasad bangunan sekolah kolonial berdasarkan analisis tipologi serta analisis terhadap gaya arsitektur.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang berfokus pada analisis tipologi pada tujuh bangunan sekolah kolonial di Kawasan Cagar Budaya Kotabaru. Analisis tipologi yang dilakukan yaitu pada elemen-elemen visual pembentuk fasad bangunan seperti atap, roof lantern, pintu, jendela, ventilasi, dan lubang angin. Dilakukan pula analisis terhadap gaya/langgam bangunan di mana ditemukan kesamaan gaya arsitektur yaitu gaya arsitektur Kolonial Modern. Kesimpulan yang didapat bahwa terdapat variasi pada bentuk dan material bahan yang digunakan pada elemen-elemen visual pembentuk fasadnya namun gaya bangunan memiliki jenis gaya yang sama.

Kotabaru Cultural Heritage Area is an area that still holds many colonial buildings, one of which is a school building. The existence of schools was the starting point for the development of education in Indonesia at that time. With the architectural design of the school building that combines Western and Eastern cultures, it certainly has specific characteristics as a result of the combination of modern architecture in the Netherlands with modern architecture that developed in Indonesia. The design of colonial school architecture in Indonesia followed the local climate conditions. The development of colonial school buildings can be seen from the face of the building or what is commonly referred to as the facade. The facade gives a distinctive characteristic to a building that has a relationship with the function and architectural style. Therefore, this research was conducted to find out the form of colonial school building facades based on typology analysis and architectural style analysis.

This research uses a qualitative method with a descriptive approach that focuses on the typological analysis of seven colonial school buildings in Kotabaru Cultural Heritage Area. The typological analysis was conducted on the visual elements that form the facade of the building such as roofs, roof lanterns, doors, windows, vents, and vents. An analysis was also conducted on the style of the building where the similarity of architectural style was found, namely the Colonial Modern architectural style. It is concluded that there are variations in the shape and material of the building's façade.

Kata Kunci : tipologi, fasad, bangunan sekolah, arsitektur kolonial

  1. S1-2025-480121-abstract.pdf  
  2. S1-2025-480121-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-480121-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-480121-title.pdf