Problematik penempatan kerja penyandang cacat tubuh di era pasar bebas
BUDIANI, Kenya, Dr. Heru Nugroho
2004 | Tesis | S2 SosiologiSetiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan, termasuk para penyandang cacat. Namun pada kenyataannya, masih banyak penyandang cacat yang tidak mempunyai kesempatan dan hak yang sama untuk memasuki dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penempatan kerja penyandang cacat tubuh di era pasar bebas beserta problematiknya dan faktor-faktor yang menyebabkan munculnya persoalan-persoalan penempatan kerja, serta memberikan kontribusi terhadap penyusunan kebijakan penempatan kerja bagi penyandang cacat tubuh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitiatif. Penelitian dilakukan dengan studi lapangan dan studi pustaka. Studi lapangan dilakukan dengan mengambil data primer melalui wawancara dengan beberapa pengusaha dan penyandang cacat tubuh, serta pemerintah, dalam hal ini dari Dinas Sosial Provinsi D. I. Yogyakarta dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi D. I. Yogyakarta. Yang menjadi minat dan perhatian untuk melakukan penelitian adalah bagaimana problematik penempatan kerja bagi penyandang cacat tubuh di era pasar bebas dan apa yang menyebabkan timbulnya persoalan-persoalan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan mengapa timbul problematik penempatan kerja penyandang cacat tubuh dan faktor-faktor yang memicu timbulnya problematik tersebut yang berasal dari dalam diri penyandang cacat sendiri (faktor internal) maupun yang berasal dari luar penyandang cacat (faktor eksternal). Upaya-upaya yang dilakukan pemerintah melalui serangkaian kebijakan yang telah dirumuskan untuk menyalurkan tenaga kerja penyandang cacat belum dapat memberikan peluang bagi penyandang cacat untuk memperoleh kesempatan dan hak yang sama dengan tenaga kerja lainnya. Pendekatan yang dilakukan pemerintah melalui Dinas Sosial Provinsi D. I. Yogyakarta, dan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi D. I. Yogyakarta untuk meningkatkan kesejahteraan sosial penyandang cacat didasarkan pada asumsi bahwa munculnya persoalan penyandang cacat disebabkan karena rendahnya sumber daya penyandang cacat, sehingga diciptakan upaya peningkatan ketrampilan penyandang cacat. Kegiatan yang dilakukan lebih memfokuskan pada penyandang cacat saja, tanpa memfokuskan pada relasi antara penyandang cacat dan orang normal, sehingga hanya akan menjawab kebutuhan praktis untuk merubah kondisi penyandang cacat. Diperlukan upaya yang tidak hanya menjawab kebutuhan praktis, tetapi juga kebutuhan strategis penyandang cacat, seperti memperjuangkan posisi penyandang cacat, melalui usaha yang lebih bersifat law enforcement.
Every citizen, including the disabled person, is liable for job opportunities and deserved life as human being. However, in fact, many of them have no equal opportunity and right to enter working would. The present research was aimed to describe job positioning for disabled workers in free trade era, problems, and factors triggering the positioning problems, and contribute the development of positioning policy for disabled workers. The research utilized descriptive method with qualitative approach. It was conducted through field study and literature review. Field study was performed by collecting primary data through interviews with some businessmen and disabled workers, and government officials – in this case, the Social Service, and the Labor and Transmigration Office of Yogyakarta Special District. Results indicated that employment problems for the disabled workers and their triggering factors of problems emerged from the disabled themselves (internal factors) and their neighborhood (external factors). Some efforts that government conducted through a series of positioning policies formulated for the disabled workers had not provided the disabled with equal opportunities and rights as other normal workers yet. Approaches that the government conducted through the Social Service, and the Labor and Transmigration Office of Yogyakarta Special District to improve social prosperity of the disabled were based on assumptions that problem of the disabled were due to their lower resources, and this created efforts of improving capabilities for the disabled. Activities performed were more focused on the disabled only, rather than on the relation between the disabled and their normal counterparts. Hence, it presumably responded practical requirement to change the condition of the disabled. Efforts are not only required to respond practical, but also strategic requirements of the disabled, such as struggle for the positions of the disabled through law enforcement.
Kata Kunci : Sosiologi,Kesejahteraan Sosial,Penempatan Kerja,Penyandang Cacat, Negative Perspective, Discrimination, Government Policy