Profil Tingkat Kepatuhan dan Eksplorasi Masalah Terkait Kepatuhan pada Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Kota Yogyakarta Bagian Barat
Putri Malinda Dewi, Dr. apt. Nanang Munif Yasin, M.Pharm.
2025 | Skripsi | FARMASI
Diabetes melitus merupakan penyakit yang berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas hidup dan produktivitas pasien melalui peningkatan risiko terjadinya berbagai komplikasi. Kepatuhan penggunaan obat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi tercapainya kontrol glikemik yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan, hubungan antara faktor pasien, faktor pengobatan, dan faktor lingkungan dengan kepatuhan, serta masalah terkait kepatuhan pada pengobatan diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Kota Yogyakarta bagian barat.
Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling pada pasien di Puskesmas Kota Yogyakarta bagian barat yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Tingkat kepatuhan pasien diukur dengan menggunakan instrumen Morisky Green Levine Adherence Scale (MGLS). Data yang didapatkan dianalisis dengan uji chi-square menggunakan software SPSS. Pengumpulan data masalah terkait kepatuhan dilakukan dengan metode wawancara.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap 100 responden di Puskesmas Tegalrejo, Puskesmas Ngampilan, Puskesmas Gondomanan, dan Puskesmas Kraton, diketahui bahwa mayoritas responden berada pada tingkat kepatuhan sedang (54%), sementara 43% menunjukkan kepatuhan tinggi dan hanya 3% yang menunjukkan kepatuhan rendah. Hasil analisis menggunakan uji chi-square menunjukkan tidak adanya hubungan antara faktor pasien, faktor pengobatan, dan faktor lingkungan dengan tingkat kepatuhan pasien. Permasalahan yang ditemukan terkait kepatuhan pasien adalah adanya keluhan selama menjalani pengobatan, takut dengan efek samping, tidak menerima informasi yang cukup terkait pengatasan keluhan dan cara penggunaan obat, merasa malas dan jenuh, serta tidak membawa obat ketika berpergian.
Diabetes mellitus is a disease that significantly affects the quality of life and productivity of patients through an increased risk of various complications. Medication adharence is one of the factors that influences the achievement of good glycemic control. This study aims to determine the level of adherence, relationship between patient factors, treatment factors, and environmental factors with adherence, and problems related to adherence with type 2 diabetes mellitus treatment in primary health center in the western region of Yogyakarta City.
This study used a cross-sectional research design. The sampling technique was carried out by accidental sampling on patients in primary health center in the western region of Yogyakarta City who met the inclusion and exclusion criteria. The level of patient adherence was measured using the Morisky Green Levine Adherence Scale (MGLS) instrument. The data obtained were analyzed using the chi-square test using SPSS software. Data collection on adherence-related problems was carried out using the interview method.
Based on results of study conducted on 100 respondents in primary health center in the western region of Yogyakarta City, it was found that the majority of respondents were at a moderate level of adherence (54%), while 43% showed high adherence and only 3% showed low adherence. The results of the analysis using the chi-square test showed no relationship between patient factors, treatment factors, and environmental factors with the level of patient adherence. Problems found related to patient adherence including having problems during treatment, fear of side effects, not receiving sufficient information regarding how to overcome problems and how to use medication, feeling lazy, and not bringing medication when traveling.
Kata Kunci : Diabetes Melitus Tipe 2, Kepatuhan, Puskesmas, MGLS