ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI PENYAKIT BUMBLEFOOT PADA BURUNG KENARI (Serinus canaria)
Zaki Alwandria, Dr. drh. Yanuartono, M.P.
2025 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN
Bumblefoot adalah salah satu penyakit yang umum ditemukan pada kaki burung, unggas, maupun mamalia kecil yang ditandai dengan eritema, peradangan, ulserasi, hiperkeratosis, serta pembengkakan pada bantalan kaki. Penyakit ini menyebabkan kerugian ekonomi bagi peternak burung, salah satunya peternak burung kenari. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri penyebab bumblefoot pada peternakan burung kenari (Serinus canaria) di Catur Tunggal, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sampel diambil dari sepuluh burung kenari yang didiagnosa menderita bumblefoot dengan gejala klinis eritema, kebengkakan, dan hiperkeratosis menggunakan swab steril dan disimpan pada media Cary-Blair untuk selanjutnya dilakukan penanaman pada media enrichment yaitu Blood Agar (BA) dan media differential seperti MacConkey Agar (MCA) dan Baird-Parker Agar (BPA). Koloni yang tumbuh diuji menggunakan pewarnaan Gram, uji biokimia, dan uji gula-gula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Staphylococcus epidermidis merupakan bakteri yang paling dominan ditemukan sebanyak 42%, diikuti oleh Staphylococcus aureus dan Micrococcus luteus masing-masing sebesar 16%, dan beberapa bakteri lain meliputi Acinetobacter sp., Pseudomonas sp., Bacillus cereus, Staphylococcus hyicus, dan Staphylococcus haemolyticus masing-masing sebesar 5%. Dapat disimpulkan bahwa Staphylococcus epidermidis merupakan bakteri yang paling banyak ditemukan pada kasus bumblefoot burung kenari.
Bumblefoot is one of the most common diseases found in the feet of birds, poultry, and small mammals, characterized by erythema, inflammation, ulceration, hyperkeratosis, and swelling of the footpads. This disease causes economic losses for bird breeders, including canary breeders. This study aimed to isolate and identify the bacteria responsible for bumblefoot in a canary (Serinus canaria) farm located in Catur Tunggal, Depok, Sleman, Special Region of Yogyakarta. Samples were collected from ten canaries diagnosed with bumblefoot, showing clinical signs of erythema, swelling, and hyperkeratosis, using a sterile swabs and stored in Cary-Blair transport medium before being inoculated on enrichment media such as Blood Agar (BA) and differential media like MacConkey Agar (MCA) and Baird-Parker Agar (BPA). The grown colonies were examined using Gram staining, biochemical test, and carbohydrate fermentation tests. The results showed that Staphylococcus epidermidis was the most dominant bacterium found (42%), followed by Staphylococcus aureus and Micrococcus luteus (16?ch). Other bacteria identified included Acinetobacter sp., Pseudomonas sp., Bacillus cereus, Staphylococcus hyicus, and Staphylococcus haemolyticus (5?ch). Staphylococcus epidermidis was the most frequently isolated bacterium in bumblefoot cases in canaries.
Kata Kunci : Bumblefoot, burung kenari, identifikasi bakteri, isolasi bakteri