Evaluasi pemenuhan pelayanan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) menurut variasi kualitas permukiman kota di kotamadya Yogyakarta
Kurniawan Nugroho, Drs. Su Ritohardoyo, M.A.; Drs. R. Suharyadi, M.Sc.
2000 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHKebutuhan tempat tinggal yang layak dan pemenuhan pelayanan kesehatan yang terjangkau dari segi jarak dan biaya perlu diprioritaskan. Selama ini fasilitas-fasilitas yang tersedia secara kuantitas telah memadai, tetapi dari segi kualitas kurang memadai. Sehubungan dengan kenyataan itu maka penulis melakukan penelitian tentang Evaluasi Pemenuhan Pelayanan Pusat Kesehatan Masyarakat Menurut Variasi Kualitas Permukiman Kota di Kotamadya Yogyakarta. Tujuan penelitian secara umum untuk mengkaji variasi kualitas permukiman yang didapatkan dari interpretasi foto udara, dan mengkaji kondisi sosial ekonomi masyarakat. Secara khusus penelitian bertujuan mengkaji pemenuhan pelayanan kesehatan dan efektifitas pelayanan sarana kesehatan yang ada di Kotamadya Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah gabungan teknik interpretasi foto udara dengan metode survai. Interpretasi foto udara digunakan untuk penilaian kualitas permukiman, metode survai digunakan untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi dan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat. Sebaran variasi kualitas permukiman merupakan populasi dan pengambilan sampel secara purposive random sampling dengan masyarakat penghuni tiap-tiap kualitas permukiman merupakan sampel. Hasil penelitian didapatkan bahwa kualitas permukiman yang ada bervariasi dengan klasifikasinya permukiman kualitas baik (KPI), sedang (KP2), dan jelek (KP3). Permukiman kualitas jelek banyak tersebar di daerah pusat kegiatan (central business district) dan daerah tengah kotamadya (the inner zone) dengan luas 258,50 ha atau hampir separuh dari total permukiman yang ada. Di pinggiran kotamadya (the outskirt zone), kualitas permukiman jelek seluas 592,05 ha atau kurang lebih sepertiga dari luas permukiman seluruhnya. Terdapat juga adanya hubungan yang sangat kuat antara kondisi kualitas permukiman dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat di daerah penelitian, tetapi memberikan hubungan yang negatif dengan tindakan pemenuhan pelayanan kesehatan. Hasil lainnya adalah adanya variasi dan efektifitas pelayanan kesehatan diberbagai kualitas permukiman. Efektifitas sarana kesehatan Puskesmas paling rendah dan hanya efektif terletak di zona kualitas permukiman jelek.
Deserve settlement need and accessible health care must be prioritized. On this moment, the availability of facilities has been sufficed, but not all of their quality is good. Based on this fact, this research tries to study Evaluation Satisfied of Community Health Care Center on Variation of Urban Settlement Quality in Yogyakarta Municipality. Generally, the purposes of this study are to learn variation of settlement qualities which derived from aerial photo interpretation, and to learn the social economic condition. A specific purpose is learning the satisfied of healthy care and the effectivity of health care centers in Yogyakarta Municipality. The method is accorded photo interpretation technic and survey method. Aerial photo interpretation is used for identification of settlement quality and the survey method is used for experiencing social economic condition and satisfied of community healthy care. The results indicate that there are variations of settlement quality in Yogyakarta Municipality. The low settlement quality is distributed in central business districts and the inner zone, with 258,5 acres wide or mostly a half of total area. In outskirt zones of the municipality, wide of low settlement quality is 592,05 acres or a third of total area. The other result there is strong relationship between the settlement quality conditions and the social economics condition, otherwise the relation between satisfied health care with social economic condition show correlation coefficient values. The other conclusion has shown that there are variation and effectivity of healthy care in the different settlement quality. Community Health Center (Puskesmas) effectivity was the lowest and only effective in the low quality settlement zones.
Kata Kunci : Kualitas permukiman,Pelayanan Kesehatan,Kotamadya Yogyakarta,DIY