Laporkan Masalah

Pengaturan Fair Use Dalam Penggunaan Text and Data Mining Untuk Melatih Generative Artificial Intelligence di Jepang dan Peluang Adopsi di Indonesia

Dea Riska Amalia, Laurensia Andrini, S.H., LL.M., Ph.D.

2025 | Tesis | S2 Magister Hukum


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan Fair Use dalam Penggunaan Text and Data Mining (TDM) untuk melatih Generative Artificial Intelligence di Jepang dan mengkaji sejauh mana UU Hak Cipta di Indonesia ddapat mengadopsi pengaturan terkait TDM dari Jepang. Jenis penelitian hukum yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan metode perbandingan hukum. Penelitian ini bersifat deskriptif menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan dan didukung dengan wawancara narasumber yang ahli di bidang Artificial Inteligence. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan Fair Use dalam pemanfaatan TDM untuk Melatih Generative Artificial Intelligence di Jepang menunjukkan penyesuaian hukum terhadap perkembangan teknologi. Melalui Japan Copy Right Act, Pasal 30-4, 47-4 dan 47-5 memberikan pengecualian hak cipta yang memungkinkan eksploitasi karya untuk kebutuhan TDM dan AI training dengan berdasarkan pada prinsip fair use dan selama penggunaan tersebut tidak ditujukan untuk dinikmati oleh manusia. Sementara itu, Indonesia belum memiliki aturang yang mengatur penggunaan karya oleh AI secara eksplisit sehingga terdapat urgensi untuk mengadopsi pendekatan serupa. Dengan menjadikan prinsip “non enjoyment purposes” sebagai parameter untuk mengadopsi pengaturan fair use, Indonesia dapat membentuk kerangka hukum hak cipta yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus melindungi kepentingan pencipta. Dengan demikian, penulis memberikan saran bagi pemerintah Indonesia untuk mempertimbangkan revisi UU Hak Cipta agar memperluas cakupan Fair Use, termasuk pengecualian hak cipta untuk kegiatan yang dilakukan oleh program komputer.



This legal research aims to analyze the regulation of Fair Use in the utilization of Text and Data Mining (TDM) to Train Generative Artificial Intelligence in Japan and evaluates the extent to which Indonesia's Copyright Law can adopt similar provisions from Japan. The research uses a normative legal approach with a comparative law method. It is a descriptive research using secondary data through literature study and supported by interviews with informant from Artificial Intelligence field. The result shows that the regulation of Fair Use in the utilization of TDM to Train Generative Artificial Intelligence in Japan has adapted its copyright framework to accommodate technological developments. Through the Japan Copy Right Act, Articles 30-4, 47-4 and 47-5 provide copyright exceptions that allow the exploitation of works for the needs of TDM and AI training based on the fair use principle and as long as the use is not intended for human consumption. Meanwhile, Indonesia does not have a law that explicitly regulates the use of works by AI so there is an urgency to adopt a similar approach. By making the principle of “non-enjoyment purposes” as a parameter for adopting fair use arrangements, Indonesia can form a copyright legal framework that is adaptive to technological developments, while protecting the interests of creators. Thus, the author provides suggestions for the Indonesian government to consider revising the Copyright Law to expand the scope of Fair Use, including copyright exceptions for activities performed by computer programs. 

Kata Kunci : Hak Cipta, Fair Use, Text and Data Mining, Artificial Intelligence

  1. S2-2025-525015-abstract.pdf  
  2. S2-2025-525015-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-525015-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-525015-title.pdf