Evaluasi Interaksi Obat pada Pasien Geriatri dengan Penyakit Ginjal Kronis di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
Vania Annya Jessica, apt. Arief Rahman Hakim, M.Si. ; Prof. Dr. apt. Tri Murti Andayani, Sp.FRS.
2025 | Skripsi | FARMASI
Polifarmasi sering terjadi pada pasien geriatri dengan diagnosis penyakit ginjal kronis (PGK) untuk menangani komorbid dan mencegah komplikasi sehingga meningkatkan risiko interaksi obat potensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran terapi serta evaluasi interaksi obat potensial dan aktual pada pasien geriatri dengan diagnosis primer PGK di instalasi rawat inap RS Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM).
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non-eksperimental menggunakan rancangan cross-sectional dengan pengambilan data secara retrospektif. Subjek penelitian merupakan pasien geriatri dengan diagnosis primer penyebab masuk rumah sakit PGK pada 1 Januari 2023 – 31 Desember 2024 di instalasi rawat inap RSA UGM. Pengambilan data menggunakan rekam medis pasien dengan metode consecutive sampling. Data yang diambil adalah data usia, jenis kelamin, diagnosis primer dan sekunder, riwayat hemodialisis, lama rawat inap, pengobatan yang diberikan, data laboratorium, serta subjektif pasien. Interaksi obat potensial dievaluasi berdasarkan tingkat keparahan, mekanisme, dan manajemennya secara deskriptif menggunakan www.drugs.com, Lexicomp, dan Drug Interaction Facts (2015) Interaksi obat aktual dijelaskan secara deskriptif dengan melihat manajemen interaksi obat yang dilakukan RSA UGM.
Gambaran terapi yang diberikan pada pasien adalah antihipertensi (92,78%); diuretik (74,23%); antibakteri (61,86%); larutan elektrolit nutrisi dan lain-lain (51,55%); antihiperlipidemia (48,45%); antiagregasi platelet (39,18%); antianemia (34,02%); antidiabetes (27,84%); vitamin dan mineral (23,71%); manajemen hiperkalemia (12,37%); pengganti plasma dan plasma ekspander (6,19%); dan hematopoetik (1,03%). Dari 97 subjek, terdapat 80 pasien (82,47%) mengalami interaksi obat potensial dengan total 188 kejadian interaksi obat potensial dan 17 pasien (17,53%) tidak mengalami interaksi obat potensial. Berdasarkan tingkat keparahannya, terdapat interaksi obat potensial dengan keparahan mayor (9,57%), moderat (80,85%), dan minor (9,57%). Berdasarkan mekanismenya, terdapat interaksi obat potensial dengan mekanisme farmakodinamik dan farmakokinetik (0,53%), farmakodinamik (66,49%), farmakokinetik (22,87%), dan tidak diketahui mekanismenya tergolong sebagai farmakodinamik atau farmakokinetik (10,11%). Interaksi obat aktual terjadi pada 7 pasien (8,75%) dan diberikan penanganan oleh RSA UGM sesuai dengan efeknya pada masing-masing pasien.
Polypharmacy frequently occurs in geriatric patients with chronic kidney disease (CKD) to manage comorbidities and prevent complications, thereby increasing the risk of potential drug interactions. This study aims to describe the therapy profile as well as evaluate potential and actual drug interactions in geriatric patients with a CKD in the inpatient ward of Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM).
This research is a non-experimental descriptive study using a cross-sectional design with retrospective data collection. The study subjects were geriatric patients with a primary diagnosis of CKD as the reason for hospital admission from January 1, 2023, to December 31, 2024, in the inpatient ward of RSA UGM. Data collection was conducted using patient medical records through consecutive sampling. The data collected included age, gender, primary and secondary diagnoses, history of hemodialysis, length of stay, medications administered, laboratory data, and subjective patient data.
Potential drug interactions were evaluated descriptively based on severity, mechanism, and management using www.drugs.com, Lexicomp, and Drug Interaction Facts (2015). Actual drug interactions were described descriptively by observing the drug interaction management conducted by RSA UGM. The therapy profile given to patients are antihypertensives (92,78%); diuretics (74,23%); antibacterials (61,86%); electrolyte, nutrition, and other solutions (51,55%); antihyperlipidemics (48,45%); antiplatelet (39,18%); antianemics (34,02%); antidiabetics (27,84%); vitamins and minerals (23,71%); hyperkalemia management (12,37%); plasma substitutes and plasma expanders (6,19%); and hematopoietics (1,03%). Out of 97 subjects, 80 patients (82,47%) experienced potential drug interactions and 17 patients (17,53%) did not. There were a total of 188 potential drug interaction events, based on severity, major (9,57%), moderate (80,85%,), and minor (9,57%). Based on the mechanism, pharmacodynamic and pharmacokinetic (0,53%), pharmacodynamic (66,49%), pharmacokinetic (22,87%), and unknown mechanism (categorized as either pharmacodynamic or pharmacokinetic) (0,11%). Actual drug interactions occurred in 7 patients (8,75%) and were managed according to the effects observed in each patient.
Kata Kunci : Interaksi obat, Pasien geriatri, Penyakit ginjal kronis.