Laporkan Masalah

Praanggapan dan Implikatur dalam Wacana Epic Rap Battles of Presidency 2024 oleh Skinnyindonesian24

Puri Puspita Loka, Prof. Dr. Suhandano, M.A.

2025 | Skripsi | S1 SASTRA INDONESIA

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan praanggapan dan implikatur dalam wacana Epic Rap Battles of Presidency 2024 karya Skinnyindonesian24 sebagai strategi penyampaian kritik sosial-politik. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan analisis pragmatik berdasarkan teori praanggapan dari Yule (1996) dan Levinson (1983) serta teori implikatur oleh Grice (1975). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 40 lirik yang mengandung praanggapan dan implikatur. Praanggapan eksistensial dominan muncul, menunjukkan bahwa penutur mengasumsikan keberadaan tokoh dan isu politik sebagai pengetahuan bersama agar opini dapat disampaikan tanpa membuktikan fakta secara eksplisit. Sementara itu, implikatur percakapan khusus dominan, muncul melalui pelanggaran prinsip kerja sama secara sengaja. Hal ini menunjukkan bahwa lirik bersifat kompleks, kontekstual, dan mengandalkan intertekstualitas politik faktual, dengan gaya yang konfrontatif dan tidak tersusun secara formal. Praanggapan dimanfaatkan untuk alat membangun persepsi: (1) membingkai tokoh dan peristiwa, serta (2) menciptakan realitas melalui struktur bahasa. Kedua strategi ini digunakan dalam membentuk citra, memperkuat stereotip, dan membangun opini secara halus. Implikatur digunakan sebagai strategi retoris melalui empat bentuk utama: (1) klaim tanpa bukti, (2) informasi sugestif, (3) pengalihan fokus, dan (4) ambiguitas. Strategi ini digunakan sehingga kritik disampaikan secara kreatif, menghindari tanggung jawab hukum, membangun humor, serta memperluas ruang interpretasi, dan distribusi konten viral di media sosial. 

This study aims to describe the use of presupposition and implicature in the Epic Rap Battles of Presidency 2024 discourse by Skinnyindonesian24 as strategies for conveying socio-political critique. The research employs a qualitative descriptive approach with a pragmatic analysis based on the theory of presupposition by Yule (1996) and Levinson (1983), as well as Grice’s (1975) theory of implicature. The findings reveal 40 lyrics that contain both presuppositions and implicatures. Existential presuppositions are the most frequently found, indicating that the speakers assume the existence of political figures and issues as shared knowledge, allowing opinions to be delivered without explicitly proving basic facts. Meanwhile, particularized conversational implicatures dominate, often arising through intentional violations of the cooperative principle. This suggests that the lyrics are complex, contextual, and heavily reliant on factual political intertextuality, delivered in a confrontational and informal style. Presuppositions are employed as tools to construct perception by (1) framing characters and events and (2) shaping reality through linguistic structures. These strategies serve to construct public images, reinforce stereotypes, and subtly influence public opinion. Implicatures function as rhetorical strategies through four main forms: (1) unsupported claims, (2) suggestive information, (3) focus diversion, and (4) ambiguity. These strategies enable critiques to be delivered creatively, evade legal responsibility, generate humor, and broaden interpretive space while enhancing the potential for viral content distribution on social media.

Kata Kunci : pragmatik, praanggapan, implikatur, rap battle, kritik sosial-politik

  1. S1-2025-479234-abstract.pdf  
  2. S1-2025-479234-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-479234-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-479234-title.pdf