PERANCANGAN JARINGAN RANTAI PASOK DARAH DENGAN PENDEKATAN MULTI-OBJEKTIF: OPTIMISASI DUA FASE UNTUK EFISIENSI LOKASI DAN PENYIMPANAN
Annisa Cipta Nabila, Achmad Pratama Rifai, S.T., M.Eng., Ph.D.
2025 | Tesis | S2 Teknik Industri
Perancangan
jaringan blood supply chain (BSC) yang efisien merupakan aspek krusial
dalam sektor kesehatan, terutama dalam mengatasi tantangan keterbatasan donor
darah sukarela dan fluktuasi ketersediaan darah. Ketidakpastian pasokan ini
berdampak langsung pada volume pengumpulan dan pemilihan lokasi donasi yang
optimal. Studi ini berfokus pada upaya peningkatan aksesibilitas dan
responsivitas sistem BSC melalui pengembangan model jaringan yang
mempertimbangkan penempatan lokasi mobile donation site secara strategis
untuk meningkatkan partisipasi donor dan menjamin ketersediaan pasokan darah
yang layak.
Permasalahan
yang diangkat dalam penelitian ini mencakup penentuan lokasi mobile donation
site, pengelolaan muti produk darah dengan karakteristik perishability, dan pemilihan moda
transportasi. Model dikembangkan menggunakan pendekatan dua fase berbasis Mixed
Integer Linear Programming (MILP) multiobjektif, dengan metode ?-constraint
untuk menyeimbangkan tujuan sosial dan ekonomi. Fase pertama menggunakan
K-Means Clustering untuk menentukan lokasi potensial mobile donation site,
sementara fase kedua mengoptimalkan distribusi produk darah dari blood
center ke rumah sakit, termasuk pengelolaan inventory sel darah merah dan
trombosit yang memiliki masa simpan dan pola permintaan berbeda. Model juga meminimalkan
kedaluwarsa produk dan kekurangan stok untuk mengurangi pemborosan serta biaya
operasional.
Eksperimen numerik dilakukan pada dua studi kasus di Indonesia dengan
data harian selama 60 periode. Studi kasus pertama melibatkan tiga UDD PMI dan
55 rumah sakit di wilayah Bantul, Sleman, dan Kota Yogyakarta dalam empat
skenario berbeda. Hasil menunjukkan bahwa jumlah klaster (K) yang lebih sedikit
menghasilkan nilai fungsi objektif yang lebih rendah. Studi kasus kedua
memperluas cakupan menjadi tiga UDD dan 118 rumah sakit di Provinsi Yogyakarta,
Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Dengan batas waktu komputasi dua jam, diperoleh
solusi terbaik untuk kedua fungsi tujuan. Analisis titik kritis menunjukkan
rentang biaya Rp 4.003.518.000 hingga Rp4.008.213.000 dan total waktu antara
5045,247 hingga 5023,918 hari. Analisis sensitivitas memberikan wawasan
manajerial, di antaranya kebutuhan peningkatan kapasitas produksi atau kualitas
blood center pada kasus pertama, serta kebutuhan pendirian mobile
site tambahan pada kasus kedua untuk memenuhi permintaan dalam dan luar
wilayah layanan.
The design of an efficient blood supply
chain (BSC) network is a crucial aspect of the healthcare sector, particularly
in addressing the challenges of limited voluntary blood donors and fluctuating
blood availability. This supply uncertainty directly affects the volume of
blood collection and the optimal selection of donation locations. This study
focuses on improving the accessibility and responsiveness of the BSC system by
developing a network model that strategically determines the placement of
mobile donation sites to increase donor participation and ensure adequate blood
supply. The problems addressed in this research
include the selection of mobile donation site locations, the management of
multiple blood products with perishability characteristics, and the selection
of transportation modes. The model is developed using a two-phase,
multi-objective Mixed Integer Linear Programming (MILP) approach, with the
?-constraint method applied to balance social and economic objectives. The
first phase utilizes K-Means Clustering to determine potential locations for
mobile donation sites, while the second phase focuses on optimizing the
distribution of blood products from blood centers to hospitals, including the
inventory management of red blood cells and platelets, which have different
shelf lives and demand patterns. The model also aims to minimize product
expiration and stockouts to reduce waste and operational costs. Numerical experiments were
conducted on two case studies in Indonesia using daily data over 60 periods.
The first case study involved three PMI donor units (UDDs) and 55 hospitals in
the Bantul, Sleman, and Yogyakarta City areas across four different scenarios.
The results showed that a smaller number of clusters (K) led to lower objective
function values. The second case study expanded the scope to include three UDDs
and 118 hospitals across Yogyakarta, Central Java, and East Java provinces.
With a two-hour computation limit, the best solutions for both objectives were
obtained. Turning point analysis revealed a cost range between IDR
4,003,518,000 and IDR 4,008,213,000 and a total time range between 5045.247 and
5023.918. Sensitivity analysis provided managerial insights, including the need
to increase production capacity or improve the quality of certain blood centers
in the first case, and the need to establish additional mobile donation sites
in the second case to meet demand both within and beyond the service coverage
areas.
Kata Kunci : Blood Supply Chain Network, Perishability, Multi-Period, Two Phase Optimization, K-mean clustering, constraint programming, Mix Integer Linear Programming.