Profil Tingkat Pengetahuan dan Eksplorasi Masalah terkait Pengetahuan pada Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Kota Yogyakarta Bagian Timur
Vivi Anita Sari, Dr. apt. Nanang Munif Yasin, M.Pharm.
2025 | Skripsi | FARMASI
Diabetes melitus (DM) adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah ketika tubuh tidak dapat menggunakan glukosa secara normal. Indonesia memiliki angka prevalensi penyakit DM yang tinggi dan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pengetahuan tentang penyakit DM penting karena dapat berpengaruh pada manajemen penyakit yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasien DM, mengetahui hubungan karakteristik pasien DM dengan tingkat pengetahuan, dan mengeksplorasi masalah terkait pengetahuan pada pasien DM di puskesmas Kota Yogyakarta bagian timur.
Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan pengambilan sampel secara accidental sampling di 4 puskesmas Kota Yogyakarta bagian timur, yaitu di Puskesmas Gondokusuman 2, Umbulharjo 2, Kotagede 2, dan Pakualaman pada bulan Januari-Februari 2025. Tingkat pengetahuan diukur menggunakan instrumen Diabetes Knowledge Questionnaire-24 (DKQ-24) dan dilakukan wawancara untuk mengeksplorasi masalah terkait pengetahuan pasien DM. Analisis data dilakukan secara deskriptif yang disajikan dalam bentuk tabel frekuensi dan persentase, tabel matriks wawancara, serta dilakukan uji Chi-square menggunakan software SPSS.
Sampel penelitian didapatkan sebanyak 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pasien DM di puskesmas Kota Yogyakarta bagian timur termasuk dalam kategori sedang (83%) dengan rerata skor tingkat pengetahuan sebesar 11,92 ± 2,70 dari total skor 24. Hasil uji Chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan (p=0,012) dan tidak terdapat hubungan antara karakteristik jenis kelamin, usia, pekerjaan, penghasilan, tinggal bersama keluarga, dan durasi penyakit DM dengan tingkat pengetahuan (p > 0,05). Ditemukan masalah berkaitan dengan pengetahuan, yaitu adanya pengaruh lingkungan sekitar dalam mendapatkan informasi, kurangnya kesadaran diri dalam mencari informasi dan adanya keterbatasan penggunaan teknologi untuk mengakses informasi lebih luas. Diperlukan peran aktif dan supportif dari lingkungan sekitar dan puskesmas untuk meningkatkan pengetahuan.
Diabetes mellitus (DM) is a chronic metabolic disease characterized by elevated blood glucose levels when the body cannot use glucose normally. Indonesia has a high prevalence of DM, which is increasing year by year. Knowledge about DM is important because it can influence better disease management. This study aims to determine the level of knowledge among DM patients, identify the relationship between patient characteristics and knowledge levels, and explore knowledge-related issues among DM patients at community health centers in the eastern part of Yogyakarta City.
This study used a cross-sectional design with accidental sampling at four community health centers in the eastern part of Yogyakarta City, namely Gondokusuman 2, Umbulharjo 2, Kotagede 2, and Pakualaman, from January to February 2025. Knowledge levels were measured using the Diabetes Knowledge Questionnaire-24 (DKQ-24), and interviews were conducted to explore knowledge-related issues among DM patients. Data analysis was conducted descriptively and presented in the form of frequency and percentage tables, interview matrix tables, and Chi-square tests using SPSS software.
The study sample consisted of 100 respondents. The results showed that the knowledge level of DM patients at health centers in the eastern part of Yogyakarta City was categorized as moderate (83%), with an average knowledge score of 11.92 ± 2.70 out of a total score of 24. The Chi-square test results showed that there was a relationship between educational level and knowledge level (p=0.012) and no relationship between gender, age, occupation, income, living with family, and duration of DM with knowledge level (p > 0.05). Issues related to knowledge were identified, including the influence of the surrounding environment in obtaining information, lack of self-awareness in seeking information, and limitations in using technology to access broader information. Active and supportive roles from the surrounding environment and community health centers are needed to improve knowledge.
Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan, Diabetes Melitus, Eksplorasi Masalah, Puskesmas