Deteksi Anemia Subklinis pada Domba Ekor Tipis melalui Pemeriksaan Apusan Darah dan Pemeriksaan Hematologi CBC (Complete Blood Count) serta hubungannya terhadap penurunan berat badan
Yee Ziann, drh. Dwi Sunu Datrianto, M.Sc.; Dr. drh. Alsi Dara Paryuni; Drh. Imron Rosyadi, M.Sc., Ph.D.
2025 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN
Ternak domba di Indonesia merupakan salah satu aset penting dalam mendukung pembangunan sektor peternakan, serta memiliki peran dalam aspek budaya dan agama. Domba berperan sebagai sumber pangan berupa daging dan wol, tidak hanya dibutuhkan pada hari besar keagamaan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Namun demikian, usaha peternakan domba seringkali menghadapi berbagai permasalahan kesehatan, salah satunya adalah anemia subklinis. Kondisi anemia pada domba dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain infeksi parasit, ketidakseimbangan nutrisi dalam pakan, serta gangguan kesehatan fisik lainnya. Anemia yang tidak terdeteksi dapat mengganggu kesehatan domba dan secara langsung menyebabkan kerugian ekonomi bagi peternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kasus anemia subklinis pada domba ekor tipis di Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta menganalisis hubungannya terhadap perubahan berat badan. Sebanyak 10 ekor domba diambil sampel darahnya untuk diperiksa status anemianya melalui metode pemeriksaan apusan darah dan pemeriksaan hematologi Complete Blood Count (CBC). Hasil dari kedua metode tersebut dibandingkan untuk memastikan keberadaan anemia subklinis. Analisis data dilakukan menggunakan Microsoft Excel dan SPSS. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa dari 10 ekor domba yang diperiksa, 5 ekor (50%) mengalami anemia subklinis berdasarkan hasil pemeriksaan CBC dan apusan darah, 3 ekor (30%) dalam kondisi sehat, dan 2 ekor (20%) tidak menunjukkan tanda-tanda anemia namun terdapat indikasi defisiensi zat besi (Fe). Hasil pemeriksaan CBC dan apusan darah menunjukkan kesesuaian antara gambaran morfologi sel darah dan data analitik. Analisis berat badan menunjukkan bahwa mayoritas domba, yaitu 8 ekor (80%), mengalami peningkatan berat badan, sedangkan 2 ekor (20%) mengalami penurunan berat badan. Hasil Independent T Test didapati hasil p adalah 0,841. Dari analisis penelitian dapat disimpulkan bahwa anemia subklinis pada domba ekor tipis tidak ada hubungan dengan penurunan berat badan.
Sheep farming in Indonesia is an important asset that supports the development of the livestock sector and plays a role in cultural and religious aspects. Sheep serve as a source of food in the form of meat and wool, and are needed not only during religious holidays but also in the daily lives of the community. However, sheep farming often faces various health issues, one of which is subclinical anemia. Anemia in sheep can be caused by several factors, including parasitic infections, nutritional imbalances in feed, and other physical health disorders. Undetected anemia can impair the health of sheep and directly lead to economic losses for farmers. This study aims to identify cases of subclinical anemia in thin-tailed sheep in Sriharjo Village, Imogiri Subdistrict, Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta, and to analyze its relationship with body weight changes. Blood samples from 10 sheep were collected to assess anemia status using blood smear examination and Complete Blood Count (CBC) analysis. The results of both methods were compared to confirm the presence of subclinical anemia. Data analysis was conducted using Microsoft Excel and SPSS. Based on the research findings, 5 out of 10 sheep (50%) were diagnosed with subclinical anemia according to CBC and blood smear results, 3 sheep (30%) were in healthy condition, and 2 sheep (20%) showed no signs of anemia but indicated possible iron (Fe) deficiency. The results of CBC and blood smear examinations showed consistency between red blood cell morphology and analytical data. Body weight analysis revealed that the majority of sheep, 8 individuals (80%), experienced weight gain, while 2 sheep (20%) experienced weight loss. An Independent T-Test yielded a p-value of 0.841. From the analysis, it can be concluded that subclinical anemia in thin-tailed sheep is not associated with body weight loss.
Kata Kunci : Anemia subklinis, Berat badan, Domba, Pemeriksaan Apus Darah, Pemeriksaan Complete Blood Count (CBC)