Laporkan Masalah

Tinjauan Kasus Kehamilan Ektopik di RSUP Dr. Sardjito Tahun 1992 Sampai 1995

Agus Sutanto, Dr. H. Zain Alkaff, DSOG

1997 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Telah dilakukan penelitian 56 kasus kehamilan ektopik dari 6598 persalinan di Bagian Kebidanan dan Kandungan RSUP Dr. Sardjito. Penelitian dilakukan pada penderita yang dirawat inap dari tanggal 1 Januari 1992 sampai 31 Desember 1995 di RSUP Dr. Sardjito. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui insidensi dan distribusi kehamilan ektopik menurut ciri-ciri penderita serta pengelolaan kasus kehamilan ektopik di RSUP Dr. Sardjito tahun 1992-1995. Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat deskriptif analitik. Data-data yang diperoleh disusun dalam bentuk tabel, dianalisa dan dicari kaitannya satu dengan yang lain serta dibantu dengan studi komparatif baik berupa dasar teori maupun basil penelitian terdahulu. Untuk data-data berskala ordinal digunakan uji perbedaan proporsi yaitu Chi-square Test. Dari penelitian kasus kehamilan ektopik di RSUP Dr. Sardjito tahun 1992-1995 diperoleh 56 kasus kehamilan ektopik dari 6598 persalinan pada periode waktu yang sama, Insidensi kehamilan ektopik adalah 1 : 117,8. Umur penderita terbanyak adalah 25-34 tahun (69,64 %) dan paritas terbanyak lebih dari atau sama dengan 2 (46,43 %). Kadar Hb rata-rata 8-11,9 mg% (60 %) dan ada 22,44 % yang memiliki kadar Hb kurang dari 8 mg%. Sebagian besar penderita berasal dari DIY (92,86 %) terutama Kodya Yogyakarta (33,93 %). Dari 56 kasus kehamilan ektopik, 58,18 % kasus dengan lokalisasi di kanan dan tempat inaplantasi tersering di ampulla tuba (55,36 %). Kebanyakan penderita (73,21 %) mempunyai riwayat abortus dan juga diketahui banyak 25 % penderita pemah menggunakan alat atau obat kontrasepsi. Gejala klinis terbanyak adalah nyeri pada perut (73,21 %) dan penangan yang dilakukan 57,14 % kasus ditangani dengan salpingektomi. Kematian ibu post operasi adalah 1,79 0/0, yang disebabkan keadaan umum yang jelek dan perdarahan banyak pervaginam (Hb 3,9 mg%). Uji statistik "Chi-square Test" menunjukkan tidak ada korelasi (independen) antara jenis kehamilan ektopik dengan umur penderita.jumlah paritas ,riwayat abortus dan pernakaian kontrasepsi. Diharapkan dari penelitian ini ada kewaspadaan pada wanita yang berresiko tinggi terkena kehamilan ektopik dan peningkatan kemampuan dokter umum mengenal keluhan kehamilan ektopik. Untuk penelitian selanjutnya perlu dipertimbangkan penambahan jumlah subyek, tempat dan waktu penelitian serta validitas data.

Kata Kunci : Kehamilan Ektopik, RSUP Dr. Sardjito, abortus

  1. S1-FKU_1997-AgusSutanto-abstract.pdf  
  2. S1-FKU_1997-AgusSutanto-bibliography.pdf  
  3. S1-FKU_1997-AgusSutanto-tablecontent.pdf  
  4. S1-FKU_1997-AgusSutanto-title.pdf