Peranan program pembinaan terhadap perkembangan industri kerajinan batu Aji
Ika Rahayu Fitriana, Drs. Rafael Murtomo, M.S.; Drs. H.B.S. Eko Prakoso, M.SP.
2000 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHProgram pembinaan dan pengembangan industri kerajinan batu aji merupakan salah satu langkah nyata dari Pemerintah di dalam usahanya meningkatkan usaha kecil pedesaan. Kebijakan ini ditempuh dalam rangka meningkatkan perekonomian golongan ekonomi lemah, terutama para pengusaha kerajinan industri kecil. Program pembinaan dan pengembangan dilihat sebagai implementasi perencanaan yang merupakan pilihan intervensi untuk memulai dan mengendalikan proses perubahan yang dikehendaki. Dalam tugasnya program pengembangan terikat pada sifat perencanaan sebagai suatu proses, dimana aspek evaluatif sangat bermanfaat dalam pelaksanaan selanjutnya. Permasalahan penelitian terhadap industri kerajinan batu aji adalah masih rendahnya tingkat produksi pengusaha atau pengrajin, dan pengembangan yang berkaitan dengan struktur perindustrian. Program pembinaan dan pengembangan telah dilakukan oleh dinas perindustrian agar dapat merubah pola pikir dan usaha para pengusaha atau pengrajin kearah produksi yang maksimal sehingga tercipta peningkatan produksinya berdasarkan permasalahan tersebut maka dilakukan penelitian tentang industri kerajinan batu aji dengan judul "Peran Program Pembinaan Terhadap Perkembangan Industri Kerajinan Batu Aji" (Di Kelurahan keraton, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan industri terhadap peningkatan produksi, hubungan program pembinaan dan pengembangan terhadap peningkatan produksi dan untuk mengetahui tenggapan para pengusaha industri kerajinan terhadap pelaksanaan program pembinaan yang diselenggarakan oleh pemerintah. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan metode survey yaitu dengan cara mengumpulkan informasi atau data responden yang telah ditentukan dengan menggunakan kuisioner data primer diperoleh melalui wawancara langsung, sedangkan data sekunder diperoleh dari dinas atau instansi terkait. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah tabel frekuensi, regresi ganda, korelasi product moment dan uji chi kuadrat. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pengaruh dari perkembangan produksi terhadap tenaga kerja, modal, bahan baku dan pemasaran, masing-masing mempunyai pengaruh yang nyata, dengan uji regresi ganda yang diperoleh signifikan T dari urutan pengaruh yang terbesar-terkecil yaitu modal (0,0201), jumlah bahan baku (0,0005), pasar (0,0003) dan tenaga kerja (0,0001). Tingkat pendidikan pengusaha kerajinan mempunyai hubungan dengan peningkatan dan perkembangan produksi dengan nilai korelasi 0,2271. Frekuensi dalam mengikuti program pembinaan memiliki hubungan yang kuat dalam meningkatkan produksi dengan nilai korelasi 0,2145 jumlah tatap muka yang terjadi akan menambah pengetahuan dan pengalaman terutama menyangkut keterampilan kerja dan kemampuan berusaha. Tanggapan para pengusaha kerajinan batu aji terhadap program pembinaan tidak terbukti dengan meyakinkan, karena dengan uji chi kuadrat diperoleh 0,83303 yang lebih kecil dari 5,991 (X2 tabel).
-
Kata Kunci : Industri Kerajinan,Martapura,Banjar,Kalimantan Selatan