Perubahan penggunaan lahan di kecamatan Kotagede kotamadya Yogyakarta dari tahun 1984 sampai tahun 1994
Ida Tri Haryanti, Drs. Irfan Yahya, M.S.; Drs. Joko Christanto, M.Sc.
1996 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHPenelitian ini dilakukan di Kecamatan Kotagede Kotamadia Yogyakarta. Tujuan penelitian ini adalah menge- tahui perubahan penggunaan lahan yang terjadi di daerah penelitian dan distribusi keruangannya dari tahun 1984 sampai dengan tahun 1994 serta melihat kesesuaian antara rencana penggunaan lahan yang terdapat dalam Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK) dengan kenyataan naan lahan yang ada pada tahun 1994. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, analisis data primer dan analisis data sekunder. Data-data yang diperoleh di lapangan dianalisis baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Analisis kualitatif keruangan dilakukan melalui teknik tumpang susun peta, sedangkan analisis kuantitatif dilakukan melalui perhi- tungan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama kurun waktu 10 tahun, yaitu dari tahun 1984 sampai dengan tahun 1994 telah terjadi perubahan fungsi dan perubahan bentuk penggunaan lahan. Pola perubahan penggunaan lahan yang terjadi adalah memanjang sepanjang sisi-sisi jalan beras- pal. Perubahan penggunaan lahan yang terbesar terjadi pada lahan yang dialokasikan untuk perumahan, yaitu berkurang 40,45 Ha, kemudian disusul lahan untuk perda- gangan bertambah 35,91 Ha, lahan pertanian berkurang 19,97 Ha, lahan jasa bertambah 15,55 Ha, dan lahan indus- tri bertambah 8,96 Ha. Perubahan-perubahan penggunaan lahan ini dipengaruhi oleh tingkat aksesibilitas. Besar- nya angka korelasi (r) antara variabel perubahan penggu- naan lahan dengan variabel tingkat aksesibilitas adalah + 0,976 dengan koefisien penentuan (kp) sebesar 95,3% yang berarti kedua variabel mempunyai hubungan yang sangat erat, dimana tingkat aksesibilitas sangat mempengaruhi perubahan penggunaan lahan. Perubahan penggunaan lahan di daerah pusat kota (bekas sentral Kerajaan Mataram) selain dipengaruhi oleh tingkat aksesibilitas juga dipengaruhi oleh sistem kekeluargaan. Besarnya angka korelasi (r) antara variabel perubahan penggunaan lahan dengan varia- bel hubungan kekeluargaan adalah 0,39 dengan koefisien penentuan (kp) sebesar 15,21% yang berarti kedua variabel mempunyai hubungan yang cukup erat. Penggunaan-penggunaan lahan di daerah penelitian ternyata banyak mengalami penyimpangan dengan yang direncanakan pemerintah dalam RDTRK, yaitu terjadi penyimpangan pada lahan industri sebesar 100%, lahan jasa (perkantoran) sebesar 100%, lahan jasa (pendidikan) sebesar 100%, dan pada lahan perumahan sebesar 11,55%. Penyebab penyimpangan ini adalah kurangnya kontrol dari pihak berwenang terhadap setiap kegiatan pembangunan yang terjadi di Kotagede.
-
Kata Kunci : Perubahan penggunaan lahan,Penggunaan lahan,Kotagede,Kota Yogyakarta,DIY