Laporkan Masalah

ANALISA AKURASI DIMENSI ALAT PEMBUAT MODEL TIGA DIMENSI 3D-PED

Febriata Gatot Prakosa, Prof. Ir. Alva Edy Tantowi, M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng

2010 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRI

Alat 3D-PED (3Dimension Plastic Extruded Deposition) adalah alat rapid prototyping berbasis pelelehan material (fusing) polypropylene homopolimer berbentuk filament yang dipasang pada mesin milling CNC TU 3A EMCO. Prinsip kerja alat ini adalah melelehkan material kemudian mengalirkanya melalui nosel yang bergerak pada koordinat X, Y dan Z membentuk objek 3D yang diinginkan. Model 3D yang dibuat yaitu kubus, silinder berongga dan piramida dengan ukuran pajang, lebar, tinggi dan diameter masing-masing16 mm. Untuk mengetahui apakah produk 3D yang dihasilkan memenuhi batas toleransi maka dilakukan analisa akurasi dimensi produk. Analisa akurasi dimensi dilakukan dua metode yaitu peta kendali dan one sample t-test. Analisa peta kendali dilakukan dengan cara menghitung batas atas dan batas bawah, Upper and lower control limits (UCL dan LCL) sebagai batasan apakah hasil proses tetap berada pada sistem yang stabil terhadap kemungkinan yang menyebabkan proses berlangsung diluar batas. Kualitas dimensi produk dikatakan terkontrol apabila dimensi yang dihasilkan berada dalam batas kendali. Pengujian hipotesis one sample t-test dilakukan dengan menghitung nilai uji t untuk masing-masing dimensi model. Daerah penerimaan untuk distribusi t apabila nilai |t| hitung < t tabel. Hipotesisnya adalah H0 merupakan akurasi dimensi =16mm sedangkan H1 merupakan akurasi dimensi ? 16mm. Kualitas dimensi dikatakan akurat apabila hasil perhitungan uji t berada pada daerah penerimaan yang berarti menerima H0 sebagai hipotesisnya. Dari hasil peta kendali masing-masing dimensi pada semua model berada didalam batas kendali. Maka dapat dikatakan proses pembuatan model terkontrol. Berdasarkan perhitungan didapatkan batas atas dan batas bawah peta kendali terhadap ukuran dasar 16 mm yaitu panjang kubus 16 , , mm, lebar kubus 16 , , mm, tinggi kubus 16 , , mm, diametar silinder 16 , , mm, tinggi silinder 16 , , mm, panjang piramida 16 , , mm, lebar piramida 16 , , mm, dan tinggi piramida 16 , , mm. Berdasarkan pengujian hipotesis one sample t test masing-masing dimensi didapat nilai |t| hitung < t tabel, jadi menerima H0 sebagai hipotesisnya. Maka akurasi masing-masing dimensi = 16 mm. Disimpulkan bahwa perbandingan nilai rata-rata masing-masing dimensi pada model dengan nilai standard yang ditetapkan (16 mm) adalah akurat dan tidak ada perbedaan yang signifikan.

Kata Kunci : akurasi, 3D-PED, peta kendali, One Sample T-Test, Polypropylene Homopolimer

  1. S1-FTK-2010-Febriata_Gatot_Prakosa-abstract.pdf  
  2. S1-FTK-2010-Febriata_Gatot_Prakosa-bibliography.pdf  
  3. S1-FTK-2010-Febriata_Gatot_Prakosa-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FTK-2010-Febriata_Gatot_Prakosa-title.pdf