Laporkan Masalah

Implementasi Perlindungan Khusus Anak Terhadap Anak Dengan HIV/AIDS di Yayasan Lentera Surakarta

Karina Kartika Sari, Nurhadi, S.Sos., M.Si., Ph.D.

2025 | Tesis | S2 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Anak dengan HIV/AIDS (ADHA) merupakan salah satu kelompok marginal yang membutuhkan perlindungan khusus. Di Indonesia, meskipun Konvensi Hak Anak telah diadopsi, perlindungan terhadap anak dengan kondisi sosial khusus masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk dan makna dari implementasi perlindungan khusus anak terhadap ADHA di Yayasan Lentera Surakarta. Penelitian ini menggunakan teori dari Berrick et al (2020) tentang orientasi perlindungan anak berdasarkan konsep hierarki kumulatif risiko anak untuk mengetahui bentuk-bentuk perlindungan yang dilakukan di Yayasan Lentera Surakarta.  Selain itu, penelitian ini juga menggunakan teori pemaknaan dari Schutz (1970) untuk mengetahui makna perlindungan anak dari ADHA serta pengurus dan pengasuh di Yayasan Lentera Surakarta.

 

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi. Unit analisis penelitian ini adalah ADHA di Yayasan Lentera Surakarta. Selanjutnya, informan dari penelitian ini yaitu ADHA sebagai informan kunci, pengurus yayasan sebagai informan utama dan pengasuh sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data dari penelitian ini dilakukan melalui semi-participant observation, wawancara mendalam serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara menafsirkan dan mengintrepretasi maksud dan pemahaman dari para informan. Keabsahan data dari penelitian ini diperoleh melalui triangulasi sumber dan validasi anggota.

 

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perlindungan khusus anak sudah mencakup lima aspek konsep hierarki kumulatif risiko anak, yaitu: eksploitasi, deprivasi, penganiayaan, kesejahteraan dan hak anak. Perlindungan terhadap eksploitasi dan penganiayaan belum sepenuhnya efektif, mengingat masih terdapat kasus eksploitasi seksual dan kekerasan dari beberapa oknum pengurus dan pengasuh. Sementara itu, perlindungan terhadap deprivasi, kesejahteraan, dan hak anak telah diupayakan melalui penyediaan kebutuhan pokok, layanan kesehatan, pendidikan, serta pelibatan anak dalam mengambil keputusan di forum diskusi.

 

Bentuk perlindungan khusus tersebut juga terungkap melalui interpretasi terhadap pengalaman hidup dan pengetahuan umum, tindakan di kehidupan, interaksi sosial, pemahaman subjektif, serta konsep sehari-hari dari setiap informan. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun perlindungan khusus terhadap ADHA telah diimplementasikan, masih dibutuhkan upaya perbaikan yang lebih serius agar perlindungan khusus tersebut dapat terlaksana secara menyeluruh. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah dalam memperkaya kajian tentang perlindungan anak dengan HIV/AIDS di lembaga kesejahteraan sosial.

Children with HIV/AIDS represent a marginalized group that requires special protection. In Indonesia, although the Convention on the Rights of the Child has been adopted, the protection of children with special social conditions remains suboptimal. This study aims to examine the forms and meanings of the implementation of special protection for children with HIV/AIDS at the Lentera Foundation in Surakarta. The study applies Berrick et al.'s (2020) theory of child protection orientation based on the cumulative risk hierarchy to explore the forms of protection implemented by the foundation. In addition, Schutz's (1970) theory of meaning is employed to understand how protection is perceived by the children, caregivers, and administrators at the foundation.

 

This research adopts a qualitative approach with a phenomenological method. The unit of analysis is children with HIV/AIDS at the Lentera Foundation in Surakarta. Key informants include the children themselves, with foundation administrators as primary informants and caregivers as supporting informants. Data were collected through semi-participant observation, in-depth interviews, and document analysis. Data interpretation focused on the meanings and understandings conveyed by the informants. The validity of the findings was ensured through source triangulation and member checking.

 

The findings reveal that the implementation of special protection addresses five aspects of the cumulative risk hierarchy: exploitation, deprivation, abuse, welfare, and children’s rights. Protection against exploitation and abuse remains insufficient, as instances of sexual abuse and violence by some staff and caregivers were reported. In contrast, protection against deprivation, welfare, and children’s rights has been more effective, with efforts made to provide basic needs, health services, education, and involve children in decision-making processes.

 

The meanings of these protective efforts are also reflected in the life experiences and general knowledge, daily actions, social interactions, subjective interpretations, and the routines of each informant. Overall, while special protection for children with HIV/AIDS has been implemented, further and more comprehensive efforts are necessary. This study contributes to the academic discourse on child protection within social welfare institutions, particularly for children living with HIV/AIDS.

Kata Kunci : anak dengan HIV/AIDS, perlindungan anak, makna perlindungan, lembaga kesejahteraan sosial

  1. S2-2025-501186-abstract.pdf  
  2. S2-2025-501186-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-501186-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-501186-title.pdf