Potensi Minyak Atsiri Lidah Buaya (Aloe vera (L.) Burm.f.) dan Lidah Mertua (Dracaena trifasciata Prain.) Sebagai Agen Bioinsektisida Nyamuk Demam Berdarah (Aedes aegypti (Linnaeus, 1762))
Muhammad Imam Hisyam, Woro Anindito Sri Tunjung M.Sc., Ph.D.
2025 | Skripsi | BIOLOGI
Nyamuk Aedes aegypti merupakan
vektor utama penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang masih menjadi
permasalahan kesehatan di Indonesia. Penggunaan insektisida sintetis untuk
pengendaliannya menimbulkan dampak negatif, seperti resistensi serangga dan pencemaran
lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengendalian yang lebih
ramah lingkungan, seperti bioinsektisida berbasis minyak atsiri tanaman.
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi minyak atsiri dari Aloe
vera dan Dracaena trifasciata sebagai agen bioinsektisida terhadap Aedes
aegypti melalui pendekatan in-silico. Senyawa bioaktif dari kedua
tanaman diidentifikasi dan dianalisis interaksinya terhadap target biomolekuler
nyamuk menggunakan molecular docking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
beberapa senyawa, seperti rutin dari Aloe vera dan asam palmitat
dari Dracaena trifasciata, memiliki afinitas pengikatan yang tinggi
terhadap enzim acetylcholinesterase (ace-1), yang berperan dalam sistem
saraf nyamuk. Nilai afinitas berikatan rutin (-7,9 kcal/mol) lebih rendah
dibandingkan dengan insektisida komersial Deltamethrin (-7,1 kcal/mol),
menunjukkan potensi penghambatan enzim yang lebih kuat. Analisis alignment juga
menunjukkan bahwa ace-1 pada Aedes aegypti memiliki kesamaan sekuens
sebesar 55,68?ngan enzim serupa pada manusia, menandakan kemungkinan
selektivitas senyawa. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa minyak atsiri Aloe
vera dan Dracaena trifasciata berpotensi dikembangkan sebagai agen
bioinsektisida, meskipun diperlukan penelitian lanjutan untuk validasi lebih
lanjut.
The Aedes aegypti mosquito
is the primary vector of dengue fever (DF), which remains a significant public
health concern in Indonesia. The extensive use of synthetic insecticides for
its control has led to negative impacts, including insect resistance and
environmental pollution. Therefore, environmentally friendly alternatives, such
as plant-based bioinsecticides, are needed. This study explores the potential
of essential oils from Aloe vera and Dracaena trifasciata as
bioinsecticides against Aedes aegypti using an in-silico approach. The
bioactive compounds from both plants were identified and analyzed for their
interactions with mosquito biomolecular targets through molecular docking. The
results indicate that certain compounds, such as rutin from Aloe vera
and palmitic acid from Dracaena trifasciata, exhibit strong binding
affinity to the acetylcholinesterase (ace-1) enzyme, which plays a crucial role
in the mosquito nervous system. Rutin displayed a binding affinity of -7.9
kcal/mol, lower than that of the commercial insecticide Deltamethrin -7.1 kcal/mol,
suggesting a stronger inhibition potential. Sequence alignment analysis showed
that ace-1 in Aedes aegypti shares 55.68% similarity with its human
counterpart, indicating possible selectivity. These findings suggest that
essential oils from Aloe vera and Dracaena trifasciata have
potential as natural bioinsecticides. However, further research, including
in-vitro and in-vivo validation, is necessary to confirm their efficacy.
Kata Kunci : Aedes aegypti, bioinsektisida, minyak atsiri, Aloe vera, Dracaena trifasciata, molecular docking