PENGARUH JENIS KELAMIN,CORRELATED COLOR TEMPERATURE DAN ILLUMINANCE TERHADAP PERFORMANSI SHORT TERMMEMORY
Fakhri Annas, Ir. Rini Dharmastiti, M.Sc. Ph.D., IPM. ASEAN. Eng
2010 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRIPencahayaan buatan (Artificial Lighting) digunakan diberbagai tempat baik di lingungan rumah tangga, perkantoran, pusat perbelanjaan dan industri. Pencahayaan yang baik dapat membantu proses informasi, sehingga proses mengalirnya informasi ke indera penyimpanan memory di otak berjalan dengan lancar. Pencahayaan khususnya pencahayaan buatan ditempat kita melakukan kegiatan, dapat mempengaruhi persepsi ketika kita memproses informasi yang kita terima, sehingga ketika dalam pengambilan keputusan atau tindakan tidak terjadi kesalahan dikarenakan memory tidak dapat tersimpan secara sempurna, dimana short term memory memegang peranan penting dalam penyimpanan awal informasi yang masuk ke otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari jenis kelamin, correlated color temperature dan illuminance terhadap performansi short term memory serta interaksi ketiganya. Penelitian ini mengambil sampel masing-masing 15 orang mahasiswa laki laki dan perempuan yang berusia 20-23 tahun, kemampuan short term memory dengan obyek melakukan pekerjaan mengingat setiap informasi yang diberikan selama 5 detik, dan setelah 15 detik kemudian dilakukan kembali pemanggilan informasi tersebut, informasi yang diberikan berupa 5, 6 dan 7 deret angka acak yang keluar pada setiap percobaan secara acak, dalam eksperimen ini diberikan perlakuan tingkat illuminance yang berbeda (50 lux dan 200 lux), dan tingkat correlated color temperature yang berbeda (2700 °K dan 6500 °K), dan jenis kelamin (laki-laki dan perempuan), performansi yang diukur berdasarkan persentase jawaban yang benar. Dengan tingkat kepercayaan 95% hasil penelitian untuk jenis kelamin, correlated color temperature dan illuminance yang berbeda, menghasilkan performansi short term memory yang berbeda secara signifikan, perempuan memiliki performansi short term memory sebesar 83,73% sedangkan laki-laki sebesar 72,06%, performansi short term memory pada tingkat illuminance rendah 50 lux sebesar 75,39% illuminance tinggi 200 lux sebesar 80,39%, nilai performansi short term memory untuk tingkat correlated color temperature rendah 2700 °K sebesar 70,71% correlated color temperature tinggi 6500 °K sebesar 85,07%, berdasarkan nilai tersebut jenis kelamin perempuan memiliki performansi short term memory paling tinggi, pada perlakuan correlated color temperature tinggi dan illuminance tinggi daripada perlakuan lainnya. Kemudian tidak terdapat interaksi antara jenis kelamin, correlated color temperature dan illuminance yang berbeda terhadap performansi short term memory.
Kata Kunci : jenis kelamin, correlated color temperature, illuminance, short term memory