Understanding Multidimensional Early Childhood Poverty: Evidence from Children Under Five Years in West Nusa Tenggara
Hernanto Adwiluvito, Dr. Amelia Maika, S.Sos, M.A., M.Sc
2025 | Tesis | S2 Sosiologi
Masa usia dini, yaitu lima tahun pertama dalam kehidupan, merupakan masa yang krusial bagi perkembangan kognitif dan sosio-emosional. Meskipun memiliki pertumbuhan ekonomi yang tinggi, Nusa Tenggara Barat masih menghadapi masalah terkait perkembangan anak usia dini. Studi ini menggunakan kerangka kerja Multiple Overlapping Deprivation Analysis (MODA) untuk menganalisis prevalensi kemiskinan anak usia dini di berbagai dimensi dan asosiasinya dengan pengeluaran per kapita rumah tangga di Nusa Tenggara Barat dengan menggunakan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2023. Studi ini menunjukkan tingginya angka kemiskinan anak usia dini di Nusa Tenggara Barat, dengan hampir enam per sepuluh anak usia lima tahun ke bawah mengalami kemiskinan ganda di setidaknya dua dimensi. Sektor kesehatan dan pendidikan menjadi dimensi yang terdeprivasi paling tinggi. Meskipun pengeluaran rumah tangga per kapita berbanding terbalik dengan skor deprivasi anak, asosiasi ini bervariasi di seluruh dimensi dan dimoderasi oleh wilayah tempat tinggal. Temuan ini menyoroti bahwa peningkatan kapasitas ekonomi rumah tangga tidak cukup untuk mengurangi kemiskinan anak usia dini yang bersifat multidimensi. Penting untuk memasukkan ukuran kemiskinan anak multidimensi sebagai pendekatan yang berpusat pada anak dalam inisiatif pengentasan kemiskinan untuk memastikan pembangunan yang adil bagi anak usia lima tahun ke bawah di Nusa Tenggara Barat.
The early childhood period, the first five years of life, is crucial for cognitive and socio-emotional development. Despite high economic growth, West Nusa Tenggara remains facing issues related to early childhood development. This study employs the Multiple Overlapping Deprivation Analysis (MODA) framework to analyse the prevalence of early childhood poverty across dimensions and its association with household per capita expenditure in West Nusa Tenggara using the National Socioeconomic Survey (Susenas) March 2023. This study reveals a high incidence of early childhood deprivation in West Nusa Tenggara, with nearly six-tenths of the children under five experiencing multiple deprivation in at least two dimensions. Health and education emerge as the most critical dimensions of deprivation. While household per capita expenditure is inversely associated with child deprivation scores, this association varies across dimensions and is moderated by residential area. The findings highlight that increased household economic capacity is insufficient to reduce multidimensional early childhood poverty. It is important to incorporate the multidimensional child poverty measures as a child-centred approach in poverty alleviation initiatives to ensure equitable development for children under five in West Nusa Tenggara.
Kata Kunci : early childood, poverty, multidimensional, MODA, deprivation