Laporkan Masalah

Hubungan Penghentian Perilaku Non-Suicidal Self-Injury (NSSI) dengan Ide Bunuh Diri pada Remaja Siswa Sekolah Menengah Atas di Kota Yogyakarta

Dea Raisa, dr. Mahar Agusno, Sp.KJ(K); Dr. Dra. Sumarni, M.Si, Psi.

2025 | Tesis-Spesialis | S2 Psikiatri

Latar Belakang: Perilaku non-suicidal self injury (NSSI) sering ditemui pada remaja, dengan puncak prevalensi pada masa remaja tengah dan menurun mulai masa remaja akhir. Meskipun pada dasarnya NSSI tidak dimaksudkan untuk mengakhiri hidup, ditemukan tingkat ide bunuh diri seumur hidup yang tinggi pada remaja dengan NSSI yaitu sebesar 72,4%. Pada remaja yang berhenti NSSI, masih belum dipahami dengan baik bagaimana tingkat ide bunuh dirinya. Dalam menilai ide bunuh diri tersebut, perlu dipertimbangkan juga apakah remaja yang tidak lagi melakukan NSSI selama waktu tertentu memang ingin berhenti atau sebenarnya belum ingin berhenti NSSI.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan penghentian NSSI dengan ide bunuh diri pada remaja siswa SMA di Kota Yogyakarta.

Metode: Penelitian ini termasuk studi analitik observasional dengan rancangan cross-sectional. Subjek penelitian adalah 302 siswa di dua SMA Negeri di Kota Yogyakarta dengan cluster random sampling, untuk kemudian diambil 52 subjek yang sudah berhenti NSSI. Pengukuran penghentian perilaku NSSI dilakukan dengan instrumen Inventory of Statements About Self-Injury versi Bahasa Indonesia bagian I, dan pengukuran ide bunuh diri digunakan instrumen Suicidal Ideation Scale versi bahasa Indonesia. Uji statistik yang digunakan adalah Spearman’s correlation dan multiple linear regression, dengan tingkat kemaknaan signifikan secara statistik ditetapkan pada p<0>

Hasil: Penghentian perilaku NSSI berkorelasi negatif dengan ide bunuh diri dengan koefisien rs - 0,312 (p=0,024). Saat penghentian perilaku NSSI dibagi menjadi ingin berhenti NSSI dan tidak ingin berhenti NSSI, didapati rerata tingkat ide bunuh diri pada subjek yang tidak ingin berhenti NSSI lebih tinggi dibanding subjek yang ingin berhenti NSSI, dan perbedaan tersebut signifikan (p=0,028).

Kesimpulan: Terdapat hubungan antara penghentian perilaku NSSI dan ide bunuh diri pada remaja siswa SMA di Kota Yogyakarta; dengan tingkat ide bunuh diri yang lebih rendah pada subjek yang ingin berhenti NSSI dibandingkan subjek yang tidak ingin berhenti NSSI.

Background: Non-suicidal self-injury (NSSI) behaviour is often observed in adolescents, with a peak prevalence during mid-adolescence and a decline starting in late adolescence. While NSSI is basically not intended to end life, a high lifetime presence of suicidal ideation (72.4%) is found in adolescents with NSSI. Among adolescents who stop engaging in NSSI, the level of suicidal ideation remains poorly understood. When assessing suicidal ideation, it is also important to consider whether adolescents who no longer engage in NSSI for a certain period truly mean to stop or actually do not intend to stop NSSI.

Objective: This study aims to analyse the relationship between the cessation of NSSI and suicidal ideation in high school adolescents in Yogyakarta City.

Methods: This is an observational analytic study with a cross-sectional design. The study subjects are 302 students from two public high schools in Yogyakarta City, selected via cluster random sampling, and 52 subjects who have stopped NSSI were then taken. Measurements of NSSI behaviour cessation were conducted using the Indonesian version of the Inventory of Statements About Self-Injury, Part I, and measurements of suicidal ideation were conducted using the Indonesian version of the Suicidal Ideation Scale. The statistical tests used were Spearman's correlation and multiple linear regression, with statistically significant values set at p<0>

Results: Discontinuation of NSSI behaviour is negatively correlated with suicidal ideation, with a coefficient of rs is -0.312 (p=0.024). When NSSI cessation is divided into categories of those who have desire to stop NSSI and those who do not have desire to stop NSSI, the mean of suicidal ideation score is found to be higher in subjects who do not want to stop NSSI compared to subjects who want to stop NSSI, and this difference is significant (p=0.028).

Conclusion: There is a relationship between the cessation of NSSI behaviour and suicidal ideation in high school adolescents in Yogyakarta City; with a lower level of suicidal ideation in subjects who want to stop NSSI compared to those who do not want to stop NSSI.

Kata Kunci : ide bunuh diri, NSSI, penghentian NSSI, remaja (adolescent, NSSI, NSSI cessation, suicidal ideation)

  1. SPESIALIS-2025-486315-abstract.pdf  
  2. SPESIALIS-2025-486315-bibliography.pdf  
  3. SPESIALIS-2025-486315-tableofcontent.pdf  
  4. SPESIALIS-2025-486315-title.pdf