Laporkan Masalah

EFEK PAPARAN DINI INTERAKSI DENGAN PASIEN PADA EFIKASI-DIRI MAHASISWA – STUDI KUALITATIF PROGRAM CFHC FKKMK UGM

Yurike Yuniar Padiko, Prof. dr. Titi Savitri Prihatiningsih, MA., MMedEd., Ph.D.; dr. Yoyo Suhoyo, MMedEd., Ph.D.

2025 | Tesis | S2 Ilmu Pendidikan Kedokteran

Latar belakang: Transisi kritis dari teori praklinis ke praktik klinis dalam pendidikan kedokteran sering kali terhambat oleh krisis kepercayaan diri mahasiswa. Efikasi diri-keyakinan akan kemampuan diri-sangat penting untuk interaksi dengan pasien yang efektif, namun bagaimana pengalaman berbasis komunitas yang berkelanjutan dan dini dapat menumbuhkan hal ini masih belum banyak diteliti. Penelitian ini menyelidiki dampak dari interaksi pasien yang berkelanjutan dan dini dalam program perawatan kesehatan masyarakat dan keluarga (CFHC) terhadap efikasi diri mahasiswa kedokteran untuk kepaniteraan klinis.

Metode: Penelitian kualitatif deskriptif dilakukan terhadap tujuh mahasiswa kepaniteraan klinik semester pertama di Universitas Gadjah Mada, Indonesia, yang telah berpartisipasi dalam program CFHC yang bersifat longitudinal. Data dikumpulkan melalui wawancara semiterstruktur (Desember 2025), dipandu oleh teori kognitif sosial, dan dilakukan analisis tematik induktif. Ketelitian dipastikan melalui pengkodean oleh rekan sejawat, konsultasi ahli, dan pengecekan oleh anggota, dan kejenuhan data tercapai.

Hasil: Analisis pengalaman mahasiswa menghasilkan sepuluh tema utama dan tiga puluh subtema, yang menunjukkan dampak positif yang signifikan dari program CFHC terhadap efikasi diri. Tema-tema ini disintesis menjadi empat variabel perkembangan (paparan awal sebagai katalisator, komunikasi adaptif sebagai pemungkin, praktik reflektif sebagai mediator, dan pertumbuhan profesional sebagai hasil transformasional). Dua model konseptual baru dikembangkan: kerangka kerja “Longitudinal Clinical Immersion” (LCI), yang menggambarkan perjalanan perkembangan secara keseluruhan, dan model “Self-Efficacy Infinity Loop” (SEIL), yang merinci mekanisme psikologis yang dinamis dan berulang dalam pengembangan self-efficacy. Para peserta secara konsisten melaporkan peningkatan kepercayaan diri dan kesiapan untuk melakukan interaksi klinis.

Kesimpulan: Interaksi pasien berbasis komunitas yang dilakukan secara dini dan longitudinal merupakan strategi yang ampuh untuk mengembangkan efikasi diri mahasiswa kedokteran. Kerangka kerja LCI dan model SEIL menyediakan alat konseptual yang berharga untuk memahami dan merancang pengalaman pendidikan yang tidak hanya memupuk keterampilan klinis, tetapi juga kepercayaan diri yang kuat yang penting bagi dokter masa depan yang kompeten, berbelas kasih, dan adaptif. Mengintegrasikan program-program tersebut sangat penting untuk pendidikan kedokteran yang efektif.



Background: The critical transition from preclinical theory to clinical practice in medical education is often hampered by a crisis of student confidence. Self-efficacy—belief in one's capabilities—is paramount for effective patient interaction, yet how longitudinal, early community-based experiences foster this remains underexplored. This study investigated the impact of sustained, early patient interactions within a community and family healthcare (CFHC) program on medical students' self-efficacy for clinical clerkships.

Methods: A descriptive qualitative study was conducted with seven first-semester clinical clerkship students at Universitas Gadjah Mada, Indonesia, who had participated in the longitudinal CFHC program. Data were collected via semistructured interviews (December 2025), guided by social cognitive theory, and subjected to inductive thematic analysis. Rigor was ensured through peer coding, expert consultation, and member checking, and data saturation was achieved.

Results: The analysis of student experiences yielded ten main themes and thirty subthemes, revealing a significant positive impact of the CFHC program on self-efficacy. These themes were synthesized into four developmental variables (early exposure as catalyst, adaptive communication as enabler, reflective practice as mediator, and professional growth as transformational outcome). Two novel conceptual models were developed: the "Longitudinal Clinical Immersion" (LCI) framework, which illustrates the overall developmental journey, and the "Self-Efficacy Infinity Loop" (SEIL) model, which details the dynamic, iterative psychological mechanism of self-efficacy development. The participants consistently reported increased confidence and preparedness for clinical interactions.

Conclusions: Early, longitudinal community-based patient interaction is a powerful strategy for cultivating medical student self-efficacy. The LCI framework and SEIL model provide valuable conceptual tools for understanding and designing educational experiences that foster not only clinical skills but also the robust self-belief essential for competent, compassionate, and adaptive future physicians. Integrating such programs is vital for effective medical education.



Kata Kunci : efikasi diri, paparan dini, interaksi pasien, pembelajaran kedokteran berbasis komunitas, pembelajaran longitudinal/ Self-Efficacy, Early Clinical Exposure, Patient Interaction, Community-Based Medical Education, Longitudinal Learning

  1. S2-2025-527321-abstract.pdf  
  2. S2-2025-527321-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-527321-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-527321-title.pdf