Gambaran Literasi Kesehatan Digital pada Mahasiswa Non-Kesehatan di Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta
Salshabila Khairunnisa, apt. M. Rifqi Rokhman, S.Farm, M.Sc.
2025 | Skripsi | FARMASI
Kemampuan literasi kesehatan digital mencerminkan kemampuan seseorang untuk menggunakan internet sebagai sumber informasi terkait kesehatan. Kemampuan tersebut termasuk penting agar terhindar dari berita kesehatan palsu yang beredar. Namun, hanya sedikit informasi tentang gambaran dan faktor-faktor yang memengaruhi literasi kesehatan digital pada mahasiswa non-kesehatan di wilayah Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran literasi kesehatan digital serta mengidentifikasi faktor-faktor sosiodemografi yang berpengaruh terhadap literasi kesehatan digital.
Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan kuesioner yang diadaptasi dari instrumen eHEALS (eHealth Literacy Scale). Teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling dengan subjek penelitian mahasiswa non-kesehatan di wilayah Yogyakarta yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner Google Form yang disebarluaskan secara online. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan IBM SPSS Statistics 27 dengan uji Fisher’s Exact dengan taraf kepercayaan 95% (p < 0>
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penilaian tingkat literasi kesehatan digital mahasiswa non-kesehatan di wilayah Yogyakarta sebanyak 108 responden mencapai 32,8 (SD = 5,11). Penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara riwayat penyakit kronis (p = 0,019), riwayat penggunaan obat atau multivitamin (p = <0>p = 0,037) terhadap tingkat literasi kesehatan digital mahasiswa non-kesehatan di wilayah Yogyakarta. Jadi, dapat disimpulkan bahwa mayoritas mahasiswa non-kesehatan di Yogyakarta memiliki tingkat literasi kesehatan digital yang tinggi dan terdapat faktor yang memengaruhi berupa riwayat penyakit dan uang saku bulanan.
Digital health literacy skills reflect a person's ability to use the internet as a source of health-related information. These skills are important to avoid fake health news circulating. However, there is little information about the description and factors that influence digital health literacy in non-health students in the Yogyakarta area. This study aims to determine the description of digital health literacy and identify sociodemographic factors that influence digital health literacy.
The research design used was quantitative observational descriptive with a cross-sectional approach using a questionnaire adapted from the eHEALS (eHealth Literacy Scale) instrument. The sampling technique used convenience sampling with non-health students in the Yogyakarta area who met the inclusion criteria as research subjects. Data were collected through a Google Form questionnaire that was distributed online. The data were analyzed descriptively using IBM SPSS Statistics 27 with the Fisher's Exact test with a confidence level of 95% (p < 0>
The results of this study indicate that the assessment of the level of digital health literacy of non-health students in the Yogyakarta area as many as 108 respondents reached 32.8 (SD = 5.11). This study also shows that there is an influence between a history of chronic disease (p = 0.019), a history of drug or multivitamin use (p = <0>money (p = 0.037) on the level of digital health literacy of non-health students in the Yogyakarta area. In conclusion, the majority of non-health students in Yogyakarta have a high level of digital health literacy, and there are influencing factors in the form of medical history and monthly pocket money.
Kata Kunci : literasi kesehatan digital, eHEALS, sosiodemografi, mahasiswa, Yogyakarta