Perbedaan Proporsi Pemberian Zinc pada Balita Diare menurut Tipe Fasilitas Kesehatan di Indonesia: Analisis Data SDKI 2017
Windu Syawalina Wahyuningsih, Dr. Drs. Abdul Wahab, MPH
2025 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat
Latar Belakang: Prevalensi
diare pada balita meningkat dari 11% menjadi 14?lam satu dekade
terakhir. Zinc sebagai bagian dari program Lima Langkah Tuntaskan
Diare (LINTAS DIARE) terbukti efektif mengurangi durasi, dan keparahan diare.
Meskipun 80% ibu membawa balita diare ke fasilitas kesehatan, cakupan
pemberian zinc hanya 37%. Kesenjangan tersebut dipengaruhi oleh
fasilitas kesehatan yang diakses.
Tujuan: Menentukan
perbedaan proporsi pemberian zinc pada balita diare menurut tipe
fasilitas kesehatan di Indonesia
Metode: Penelitian
kuantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan data Survei
Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017. Sampel berjumlah 2231 balita
usia 0-59 bulan yang mengalami diare dalam dua minggu terakhir.
Hasil: Proporsi pemberian zinc tinggi ditemukan pada balita
yang mendapatkan pertolongan pertama di UKBM (54,9%) dan proporsi lebih rendah
pada balita diare yang dirawat di rumah (10,2%). Dibandingkan
dengan perawatan di rumah, peluang pemberian zinc lebih besar pada
balita diare yang mendapatkan pertolongan pertama di UKBM (aOR=10,91; 95%
CI:5,05-23,57), di sektor pemerintah (aOR=9,55; 95% CI:6,45-14,14), di sektor
swasta (aOR=8,44; 95% CI:5,76-12,37). Anak yang berusia 12-23 bulan berpeluang
2,3 kali lebih tinggi diberikan zinc dibandingkan balita berusia 0-6
bulan. Balita yang tinggal di Jawa, Bali, NTB berpeluang 1,9 kali lebih besar
diberikan zinc dibandingkan balita yang tinggal di NTT, Maluku, dan
Papua. Tenaga kesehatan dan kader di fasilitas masih kurang pemahaman
mengenai zinc, keterbatasan stok dan pendanaan.
Kesimpulan: Peningkatan
kapasitas UKBM dan sektor pemerintah melalui pelatihan dibutuhkan untuk
meningkatkan cakupan zinc di seluruh rentang usia dan wilayah.
Background: The prevalence of
diarrhea among children under five has increased from 11% to 14% over the last
decade. Zinc as part of the LINTAS DIARE program effectively reduces the
duration and severity of diarrhea. Although 80% of children with diarrhea are
taken to health facilities, zinc coverage is only 37%. This gap is influenced by
the health facility accessed.
Objective: To determine the
differences in the proportion zinc administration in children with diarrhea by
type of health facility in Indonesia.
Methods:
A
quantitative study with cross-sectional design using 2017 Indonesian
Demographic and Health Survey (IDHS).The sample included 2.231 children aged
0–59 months who had diarrhea in the past two weeks.
Results: A higher proportion of zinc given was found among children who received initial treatment at CBHS (54.9%) and lower proportion among children who were treated at home (10.2%). Compared to home care, the odds of being given zinc were greater among children with diarrhea who received initial treatment at CBHS (aOR=10.91; 95% CI:5.05-23.57), government sector (aOR=9.55; 95% CI:6.45-14.14), private sector (aOR=8.44; 95% CI:5.76-12.37). Children aged 12-23 months were 2.3 times more likely to be given zinc than children aged 0-6 months. Children who lived in Java, Bali, NTB were 1.9 times more likely to be given zinc than children who lived in NTT, Maluku, Papua. Health workers and cadres have limited understanding of zinc lack of stock and funds.
Kata Kunci : Zinc, Diare, Balita, Fasilitas Kesehatan