Laporkan Masalah

Evaluasi kesesuaian lahan untuk permukiman dalam hubungannya dengan potensi bahaya banjir dan erosi di Kecamatan Ungaran Kabupaten Semarang

CHRISTONOVEL, Heince, Dr. Suratman Worosuprodjo, MSc

2004 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

Penelitian ini berjudul “Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Permukiman Dalam Hubungannya Dengan Potensi Bahaya Banjir Dan Erosi Di Kecamatan Ungaran Kabupaten Semarang”. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kelas kesesuaian lahan untuk permukiman dan potensi bahaya banjir dan erosi di Kecamatan Ungaran Kabupaten Semarang, dalam menyusun alternatif arahan pengembangan lokasi permukiman berdasarkan pada kesesuaian lahan dan resiko potensi bahaya lingkungan fisik Pelaksanaan penelitian ini dilakukan dengan metode survey. Satuan evaluasinya adalah satuan lahan yang diperoleh dari hasil tumpang susun antara peta bentuklahan, peta kemiringan lereng, peta tanah, peta penyebaran batuan dan peta penggunaan lahan. Satuan pemetaannya adalah satuan lahan, sampel penelitian berupa sampel area (area sampling). Data parameter kesesuaian lahan untuk permukiman yang diukur adalah kemiringan lereng, jumlah alur, kedalaman alur, banjir, tingkat erosi, gerak massa batuan, permeabilitas, tingkat pelapukan batuan, kekuatan batuan, daya dukung tanah, dan kembang kerut tanah. Penentuan kelas kesesuaian lahan untuk permukiman ditetapkan berdasarkan jumlah hasil pengharkatan terhadap parameter-parameter kesesuaian lahan pada satuan lahan Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian lahan untuk permukiman penduduk di Kecamatan Ungaran Kabupaten Semarang, didominasi oleh kelas kesesuaian lahan S2 (sesuai) seluas 40,45 ha (36,62%) selebihnya adalah kelas kesesuaian S3 (cukup sesuai) seluas 29,78 ha (26,96 %) dan kelas kesesuaian N1 (tidak sesuai saat ini) seluas 40,20 ha (36,42%). Potensial terjadinya bahaya lingkungan fisik banjir dan erosi di daerah penelitian terjadi pada kemiringan lereng (0-8%) dan kemiringan lereng (>15%) dengan kesesuaian lahan kelas sesuai (S3) dan (N1) menempati luas 69,98 ha atau 63,38 % dari seluruh luas daerah penelitian, sedangkan satuan lahan dan kesesuaian lahan lahan yang tidak berpotensi adanya bahaya banjir dan erosi berada pada kemiringan lereng (0-8%) dan kemiringan lereng (15-25%) dengan kesesuaian lahan kelas sesuai (S2) menempati 40,45 ha atau 36,62 % dari seluruh luas daerah penelitian. Alternatif arah pengembangan lokasi permukiman baru di Kecamatan Ungaran Kabupaten Semarang mempunyai luas keseluruhan 31,55 ha atau 28,57 %, dapat diarahkan pada lahan yang penggunaannya untuk kebun, ladang sawah dan semak di kelas kesesuaian lahan (S2), meliputi satuan lahan D1-2-Lm-Ba-Kb, D1-2-Lm-Ba-Ld, D1-2-Lm-Ba-Sw, dengan bentuklahan denudasional terkikis lemah sebagai arahan pertama, dan satuan lahan V4-1-Lc-Ba-Sw, V4-1-Lm-Ba-Sw V4-2-Lm-Ba-Kb, dan V4-2-Lm-Ba-Sw dengan bentuklahan lereng kaki gunungapi sebagai arahan kedua.

The present research entitled “The Evaluation of Land Suitability for Settlements Related to Floods and Erosions Hazard in Ungaran Subdistrict, Semarang Recidence”. It was aimed to identify land suitability levels for settlement and floods and erosions hazard in Ungaran subdistrict, Semarang Recidence in preparing alternative pattern for settlement site development based on land suitability and physical floods and erosions hazard. The research was carried out using survey method. Evaluation units involved land units were obtained from composition mappings of land form, slope, soil, rock distribution and land use. Mapping units involved land units, and samples consisted of area sampling. Parameter data of land suitability for settlement measured were land slope, channel number, channel depth, flood, erosion level, rock mass movement, permeability, rock weathering level, rock strength, land capacity, land shrinkage development. Land suitability class for settlement was determined based on rating number toward land suitability parameters on land units. Results indicated that land suitability for settlement in Ungaran sub district, Semarang Recidence was dominated by S2 (suitable), S3 (moderately suitable), and N1 (not suitable currently) land suitability classes of 40.45 ha (36.62%), 29.78 ha (26.96 %), and 40.20 ha (36.42%), respectively. Environmental hazard potentials of physical floods and erosions were available at slope (0-8%) and slope (>15%) with land suitability class as moderately (S3) and nearly suitable (N1) within total of 69.98 ha or 63.38 % of total research site, while land unit and land suitability with no potential risks of physical floods and erosions were available at slopes of 0-8% and 15-25% with land suitability class as suitable (S2) within total of 40.45 ha or 36,62 % of total research site. Alternative pattern of site development for new settlement in Ungaran subdistrict, Semarang Recidence involved total land of 31.55 ha or 28.57 with land use for gardens, rice fields and shrubs at S2 land suitability class consisting of D1-2-Lm-Ba-Kb, D1-2-Lm-Ba-Lb, D1-2-Lm-Ba-Sw land units, with less eroded denudational land formation as first pattern, and V4-1-Lc-Ba-Sw, V4-1-Lm-Ba-Sw, V4-1-Lm-Ba-Kb, and V4-1-Lm-Ba-Sw with slope land form of volcano feet as second pattern.

Kata Kunci : Lingkungan,Lahan Permukiman,Banjir dan Erosi, Land Suitability, Floods and Erosions Hazard, Alternative Pattern For Settlement


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.