Laporkan Masalah

Pengaruh Jumlah Anak Terhadap Pencapaian Pendidikan di Indonesia

Muhammad Ali Mustofa, Lincolin Arsyad, Prof., Dr., M.Sc., S.E.

2025 | Tesis | S2 Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan

Modal manusia merupakan salah satu elemen yang memiliki peran krusial dalam pembangunan suatu negara. Di mana peningkatannya dapat berkontribusi secara langsung dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Di Indonesia Pembangunan modal manusia masih menjadi tantangan yang besar tercermin dari putus sekolah yang mencapai 4,2 juta anak setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh jumlah anak terhadap pencapaian pendidikan, yang diproksikan dengan tahun lama sekolah. Data yang digunakan berupa data survei sosial ekonomi nasional (SUSENAS) yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik Indonesia (BPS) dari tahun 2019 hingga 2022. Metode estimasi yang digunakan berupa Ordinary Least Squares (OLS) karena adanya kesesuaian pada karakteristik data yang digunakan dan memiliki asumsi Best Linear Unbiased Estimator (BLUE) yang dapat menghasilkan estimasi yang tidak bias. Hasil estimasi dengan menggunakan OLS mengindikasikan adanya pengaruh signfikan secara statistik dari jumlah anak terhadap tahun lama sekolah dengan koefisien yang negatif. Untuk mengatasi potensi bias pada variable jumlah anak digunakan metode Two-Stage Least Squares (TSLS) dengan Instrumental Variable (IV) berupa komposisi anak, dan ditemukan adanya konsistensi dengan estimasi OLS. Temuan ini mengindikasikan bahwa keluarga dengan jumlah anak yang relatif lebih banyak cenderung memiliki pencapaian pendidikan yang lebih rendah sehingga berakibat pada penurunan investasi pada modal manusia.

Human capital constitutes a pivotal element in the socio-economic development of a nation, whereby its enhancement is directly correlated with the acceleration of economic growth. Despite this, Indonesia continues to grapple with substantial challenges in human capital development, as reflected by the annual dropout rate of approximately 4.2 million students. This study aims to analyze the effect of family size on educational attainment, measured by the years of schooling. The empirical analysis employs data derived from the National Socioeconomic Survey (SUSENAS) administered by the Central Statistics of Indonesia (BPS) for the period 2019–2022. The Ordinary Least Squares (OLS) method is applied due to its appropriateness for the data and its fulfillment of the Best Linear Unbiased Estimator (BLUE) assumptions, which ensure unbiased estimation. The result reveals a statistically significant inverse relationship between the number of children and years of schooling. To address possible bias related to the number of children, Two-Stage Least Squares (TSLS) estimation with child composition as an instrumental variable is also employed, yielding results consistent with the OLS estimates. These findings indicate that families with more children tend to achieve lower educational outcomes, thereby limiting investment in human capital. 

Kata Kunci : Modal Manusia, Pencapaian Pendidikan, Jumlah Anak, Teori Quantity Quality Trade-Off

  1. S2-2025-526781-abstract.pdf  
  2. S2-2025-526781-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-526781-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-526781-title.pdf